Sabtu, 25 Mei 2013

Memberi Jarak Rupiah pada LibreOffice Calc


Tadi malam di Salah satu group Facebook ada tread yang isinya menanyakan tentang fitur Accounting di LibreOffice Calc

Karena sebelumnya pada tulisan saya dengan judul "Menambahkan menu Satuan pada LibreOffice Calc" kasusnya hampir sama, maka saya kirim saja tautan artikel tersebut, kemudian tread diatas berlanjut ke beberapa komentar seperti berikut:


Karena tadi malam saya sudah sangat ngantuk sehingga penyakit lama saya (malas) kambuh  lagi sehingga malas untuk menulis tutorialnya, lagian kasusnya mirip pada artikel yang sudah saya tulis sebelumnya, eh ternyata sampai saya nulis artikel ini belum ada yang memberi jawaban yang memuaskan

Akhirnya saya menulis artikel ini, sebagai latihan buatlah data seperti yang ada pada artikel "Menambahkan menu Satuan pada LibreOffice Calc"


Setelah itu blok kolom E6 sampai E16, klik kanan => Format Sel, pilih menu Angka => Ketegori => Mata Uang => (Rp1.234)


Letakkan kursor dibawah submenu Kode format, ubah argument tersebut dengan memberi sepasi antara kode ] dengan # 

Kode sebelum modifikasi => [$Rp-421]#.##0;[RED]([$Rp-421]#.##0)
kode setelah diberi spasi => [$Rp-421] #.##0;[RED]([$Rp-421] #.##0)
setelah melakukan modifikasi argumnet seperti diatas sekarang klik tanda Centang (Tambah) disebelah kanan, arahkan kursor pada Kategori => Tentukan-pengguna => Format => (Rp 1.234)



Pindahkan kursor ke menu Perataan => Perataan teks => Horisontal => Distribusi => Oke, maka hasilnya bisa Anda lihat sendiri


Pada kasus diatas kalau kita menganut penulisan tanda baca yang sah menurut EYD, sebenarnya justru penulisan "Rp kemudian spasi => nominal angka" tidak bisa dibenarkan

Berikut sedikit petikkan yang saya ambil dari Pedoman Bahasa Indonesia yang di Sempurnakan (EYD): 
  • Titik (.), koma (,), titik dua (:), tanda seru (!), tanda tanya (?), dan tanda persen (%) diketik rapat dengan huruf yang mendahuluinya. Misalnya 10%. 
  • Tanda kutip (“.....”) dan tanda kurung () diketik rapat dengan huruf dari kata atau frasa yang diapit.
  • Tanda hubung (-), tanda pisah (—), dan garis miring (/) diketik rapat dengan huruf yang mendahului dan/atau.
  • Tanda sama dengan (=), lebih besar (>), lebih kecil (<), tambah (+), kurang (-), kali (x), dan bagi (:) diketik dengan spasi satu ketukan sebelum dan sesudahnya. Misalnya x < 1.
  • Pemenggalan kata pada akhir disesuaikan dengan suku kata.

Seperti contoh gambar dibawah ini menurut Anda mana yang benar?



Tapi orang-orang dinegara kita memang agak aneh, dimana suatu hal yang sudah menjadi kebiasaan dan hal tersebut salah tetap saja diikuti dan sulit ditinggalkan dengan alasan lebih menarik dan rapi, padahal yang menarik itu belum tentu benar, kejadian ini mirip yang kita temui dalam kehidupan sehari-hari misalnya para remaja laki-laki lebih tertarik ke Mall dari pada ke masjid, karena di mall banyak perempuan yang berpakaian terbuka (sexy) dibandingkan di masjid yang pakaiannya tertutup [No SARA lho]

Kembali ke inti masalah, kejadian ini sudah saya alami beberapa tahun lalu saat saya masih membuka usaha Pengetikan atau Rental komputer, dan pernah berdebat dengan salah seorang guru Bahasa Indonesia yang mengajar di sekolah bertaraf Internasional, yang membuat saya  prihatin mengapa Guru Bahasa Indonesia tersebut tidak menguasai Bahasa Indonesia sesuai EYD, jangan-jangan waktu buat skripsi tidak buat sendiri (maklum dulu saya  kerjanya tukang ketik skripsi).

Dulu sekitar lima tahun yang lalu waktu saya pakai OpenOffice pernah request ke Pengembangnya tentang masalah ini, namun jawaban mereka tetap sama yaitu kalau diberi jarak setelah simbol mata uang => spasi => nominal angka, metode tersebut dianggap salah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

UNTUK DAPAT MEMBERI KOMENTAR SILAKAN LOGIN DENGAN AKUN YANG ANDA MILIKI

silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.

Saran

Saran