Sabtu, 04 Oktober 2014

Mengenal Transformation Object pada Inkscape dan Corel Draw

Beberapa hari yang lalu saya mengisi pelatihan desain grafis yang diselenggarakan oleh perusahaan konveksi (garment) di Solo, pelatihan diadakan oleh perusahaan tersebut dalam rangka masa transisi migrasi dari penggunaan OS dan Aplikasi Proprietary yang masih ILEGAL ke OS dan Aplikasi Open Source.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sebagian besar pegawai suatu perusahaan hanya bisa menggunakan Aplikasi Proprietary, begitupun di perusahaan tersebut, beberapa pegawai yang mengikuti pelatihan desain grafis untuk menggambar hanya bisa menggunakan Corel Draw.

Salah satu materi pelatihan adalah membahas penggunaan Transformation object pada aplikasi menggambar vektor, para peserta sudah terbiasa dan nyaman menggunakan fitur tersebut pada Corel Draw, sedangkan saya sendiri bisa dibilang tidak bisa menggunakan Corel Draw.

Setelah salah seorang peserta demo cara penggunaan fitur tersebut akhirnya saya pun sedikit memahaminya sehingga dapat membuat perbandingan fitur Transformation pada Corel Draw dengan Inkscape, secara garis besar memiliki fungsi yang sama namun berbeda konsep dan tekniknya, salah satu perbedaannya adalah di Corel Draw terdapat fitur Apply to Duplicate, sedangkan di Inkscape tidak ada.


Berikut ini penjelasan singkat perbandingan Transformation object kedua aplikasi tersebut:
Transformation pada Corel Draw
Buat object dengan ukuran 2 x 2 cm, atur agar koordinat object tersebut berada di pojok kiri bawah halaman, untuk mengatur koordinat object silakan baca artikel sebelumnya berjudul Mengenal Koordinat Object pada Inkscape dan Corel Draw

Duplicate object tersebut sehingga menjadi dua buah, caranya; seleksi object yang telah dibuat sebelumnya, kemudian tekan Ctrl+D, setelah itu klik Arange => Transformation => Position atau tekan Alt+F7

Dalam contoh artikel ini saya akan mengatur posisi object pertama dengan object kedua menjadi sejajar dengan jarak 1 (satu) cm
Pada jendela pengaturan Tansformation Position isikan angka 4 (empat) pada kotak H, sedangkan pada kotak V isi dengan angka 1 (satu), pilih Center pada ikon yang disediakan oleh menu Relative Positions, jangan beri centang pada kotak Relative Position karena jika dicentang akan berbeda hasilnya.

Mengapa menggunakan pengaturan seperti diatas?
Hal berdasarkan konsep koordinat yang digunakan pada Corel Draw, rumusnya begini: 
  • Kotak H (horizontal): 2 cm (lebar object) + 1 cm (jarak antar object) + 1 cm (lebar object dibagi dua) = 4 cm
  • Kotak V (vertical): 1 cm (koordinat panjang object dari sisi bawah halaman  berdasarkan pusat object) 

Setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:


Duplicate lagi object kedua tersebut, kemudian isikan angka 7 (tujuh) pada kotak H, dan angka 1 (satu) pada kotak V, setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:

Untuk mengatur jarak object secara vertical rumusnya kurang lebih sama, tinggal sesuaikan saja kebutuhan Anda.

Penggunaan Fitur Apply To Duplicate
Buat object dengan ukuran 2 x 2 cm, atur agar koordinat object tersebut berada di pojok kiri bawah halaman, lakukan pengaturan pada jendela pengaturan Transformations Position seperti berikut; beri tanda centang (checklist) kotak Relative Position, kemudian pada kotak H isi dengan angka 3,0 cm, sedangkan pada kotak V isi dengan angka 0,0 cm, setelah itu klik Apply To Duplicate, maka secara otomatis object terduplicate, jarak antara object asli dengan object hasil duplicate 1,0 cm.


Untuk melakukan duplicate object menjadi beberapa buah dengan jarak yang sama, klik lagi Apply To Duplicate sesuai jumlah oject yang akan dibuat.



 Transformation pada Inkscape
Buat object dengan ukuran 2 x 2 cm, atur agar koordinate object tersebut berada di pojok kiri bawah halaman. Duplicate object tersebut sehingga menjadi dua buah, arahkan kursor ke Menu Bar => Object => Transform atau tekan Shift+Ctrl+M


Dalam contoh artikel ini saya akan mengatur posisi object pertama dengan object kedua menjadi sejajar dengan jarak 1 (satu) cm seperti pada Corel Draw.
Pada jendela pengaturan Tansform => tab Move isikan angka 3 (tiga) pada kotak Horizontal, sedangkan pada kotak Vertical isi dengan angka 0 (nol), pada pengaturan unit pilih cm


Mengapa menggunakan pengaturan seperti diatas? 
Hal ini berdasarkan konsep koordinat yang digunakan pada Inkscape, rumusnya sederhana yaitu:

  • Kotak Horizontal: 2 cm (lebar object) + 1 cm (jarak antar object) = 3 cm
  • Kotak Vertical: 0 cm (koordinat panjang object dari sisi bawah halaman berdasarkan pinggir object) 

Setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:


Duplicate lagi object kedua tersebut, kemudian isikan angka 6 (enam) pada kotak Horizontal, dan angka 0 (nol) pada kotak Vertical, setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:


Lakukan langkah seperti di atas untuk menambah object baru lagi, untuk mengatur jaraknya object yang baru dengan yang sudah ada tinggal tambahkan nilai tertentu pada kotak Horizontal.  
Untuk mengatur jarak object secara vertical rumusnya kurang lebih sama, tinggal sesuaikan saja kebutuhan Anda.


Fitur Apply to each object separately
Seperti yang sudah saya tulis diatas bahwa perbedaan Transformation pada Inkscape dengan Corel Draw adalah tidak tersedianya fitur Apply To Duplicate pada Inkscape, namun di Inkscape juga terdapat fitur yang tidak tersedia pada Corel Drw, yaitu fitur Apply to each object separately yang fungsinya untuk mengatur jarak object satu dengan object lainnya dengan jarak yang sama.

Berikut cara menggunakan fitur ini:
Duplicate object yang sudah dibuat sebelumnya menjadi beberapa object yang saling bertumpuk, caranya seleksi object, kemudian tekan Ctrl+D beberapa kali, dalam contoh saya menekan Ctrl+D sebanyak 5 (lima) kali sehingga object terduplicate 5 kali dengan jumlah object keselurahnya 6 (enam) buah. Seleksi semua object tersebut, lakukan pengaturan pada jendela Transform, beri centang pada kotak Relative move dan Apply to each object separately.

Setelah semua pengaturan dirasa selesai klik Apply, maka hasilnya terlihat seperti gambar dibawah ini:

Untuk mengatur agar object paling pinggir kiri berada tepat di sudut kiri bawah halaman isikan angka 0 (nol) pada kotak X pada Tool Control
Sebenarnya ada cara lain agar salah satu object tetap berada ditempatnya semula secara otomatis saat menggunakan Apply to each object separately, yaitu salah satu object jangan ikut diseleksi saat melakukan klik tombol Apply, tapi cara ini agak sulit dilakukan terutama bagi desainer pemula yang belum menguasai teknik seleksi object dengan baik.


Create Tiled Clones
Di Inkscape sebenarnya sudah tersedia fitur untuk menggandakan object menjadi banyak sekaligus secara otomatis dengan jarak tertentu sesuai keinginan, yaitu fitur Create Tiled Clones. Fitur inipun menurut saya lebih mudah digunakan dibandingkan dengan fitur Trasformation, langkahnya juga lebih sedikit sehingga dapat menghemat waktu, untuk membuktikannya silakan coba sendiri.


Sekilas tentang Create Tiled Clones
Create Tiled Clones digunakan untuk melakukan kloning object dengan menciptakan satu kelompok object yang terdiri beberapa object dalam waktu bersamaan secara otomatis.
Posisi object yang dihasilkan berjejer dengan salah satu object dan menumpuk persis di atas object asli.


Berikut penjelasan sederhana penggunaan fitur ini:
Saya asumsikan bahwa pada halaman Inkscape yang sedang dijalankan sudah terdapat object dengan ukuran 2 x 2 cm, seleksi object tersebut, arahkan kursor pada Menu Bar => klik Edit => Clone => Create Tiled Clones

Pada jendela pengaturan Create Tiled Clones lakukan pengaturan sebagai berikut
Pada Tab Symmetry pilih P1: simple translation, kemudian isikan angka 5 x 6 pada menu Row, colums. Pindahkan kursor pada tab Shift, kemudian isikan angka 50,0 pada kotak Shift Y: Per row:, begitu juga pada kotak Shift X: Per column: isi dengan angka yang sama.

Catatan

  • Jika sebelumnya Anda sudah mengunakan fitur ini sebaiknya kembalikan ke pengaturan default fitur ini dengan melakukan klik tombol Reset 

Setelah semua pengaturan dianggap sudah sesuai klik tombol Create, maka hasilnya terlihat seperti pada gambar dibawah ini:

Sepintas secara kasat mata jumlah object dari hasil penggunaan fitur ini adalah sesuai jumlah perkalian angka pada kotak Row dan column, tapi sebenarnya jumlahnya lebih 1 (satu) dan object tersebut menumpuk persis pada object pertama (object induk), agar jumlahnya sesuai keinginan hapus saja object yang menumpuk diatas object pertama.

Sebagian object hasil dari penggunaan Create Tiled Clones kadang secara berada diluar halaman (page) untuk mengatur agar object berada didalam halaman dapat dilakukan dengan menggunakan fitur Align and Distribute atau Resize page to content.


Demikian Artikel sederhana namun cukup lumayan panjang ini terpaksa saya akhiri karena sudah capek ngetiknya. Sebenarnya masih masih terdapat beberapa perbedaan lain antara Transformation di Inkscape dengan di Corel Draw, mungkin kalau ada waktu yang longgar akan saya tulis lagi untuk melengkapi artikel ini.

Kamis, 02 Oktober 2014

Cara Install File *.sh di Linux

Untuk memasang suatu aplikasi di GNU/Linux terdapat berbagai cara, semua tergantung dari ekstensi aplikasi yang akan dipasang, salah satu cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan manajer paket yang telah disediakan oleh distro yang digunakan, cara ini seperti pemasangan suatu aplikasi pada smartphone Android melalui Play Store, kekurangan dengan menggunakan cara ini adalah saat pemasangan harus dalam keadaan online atau terhubung dengan Internet.

Selain menggunakan Manajer paket yang harus terhubung dengan internet (repo lokal), pemasangan aplikasi di Sistem Operasi Linux juga dapat dilakukan dengan cara tertentu yang tidak harus terhubung dengan internet, pada artikel ini saya memberi contoh cara memasang aplikasi yang menggunakan ekstensi *.sh pada Distro BlankOn 8 Rote, adapun aplikasi yang akan dipasang adalah Netbean.

Untuk memasang Netbean silakan unduh dari situs resmi netbean.org, namun sebelum memasang netbean, pada sistem operasi yang sama harus sudah terpasang Java Development Kit (JDK), jika belum terpasang silakan pasang terlebih dulu.
Anda juga dapat memasang JDK dan Netbean secara bersamaan dengan mengunduh kedua aplikasi tersebut dalam satu paket seperti yang saya lakukan pada artikel ini.

Unduh  JDK with NetBeans IDE Java SE bundle, pilih yang sesuai dengan arsitektur komputer dan distro Linux yang Anda gunakan, karena saya menggunakan BlankOn 8 Rote 32 bit maka saya pilih jdk-7u67-nb-8_0_1-linux-i586, sebelum melakukan pengunduhan jangan lupa klik Accept License Agreement.

Setelah JDK+Netbean sudah berhasil diunduh maka saatnya melakukan pemasangan, karena paket JDK+Netbean berupa file *.sh maka cara paling mudah untuk melakukan pemasangan adalah menggunakan terminal.
Buka terminal dengan melakukan klik Menu Utama BlankOn => Aksesoris => Terminal (sesuaikan dengan distro yang Anda gunakan),  Perhatikan direktori paket tersebut tersimpan, dalam contoh otomatis tersimpan pada direktori Downloads

Kemudian masuk ke direktori paket installer yang sudah diunduh sebelumnya, karena paket tersebut berada pada direktori Download maka lakukan perintah berikut:
cd ~/Downloads

Ubah hak akses paket tersebut sehingga dapat dieksekusi, ketik perintah berikut:
$ chmod +x jdk-7u67-nb-8_0_1-linux-i586.sh

Lakukan pemasangan dengan mengetik perintah berikut:
$ sudo sh jdk-7u67-nb-8_0_1-linux-i586.sh


Ketik kata sandi sesuai yang Anda buat saat melakukan pemasangan, kata sandi tidak muncul saat diketik lanjutkan saja.

Selanjutnya silakan klik beberapa kali Next, Install, dan Finish seperti saat memasang aplikasi pada umumnya.


Demikian Artikel sederhana yang dapat saya tulis kali ini, sampai jumpa pada artikel lainnya. 



Senin, 15 September 2014

Biostar P4M890-M7 Support Linux

Artikel ini berisi uji-coba hardware yang kami lakukan apakah benar-benar sudah support terhadap GNU/Linux sehingga berhak masuk kedalam list blog rintisan Uji Hardware pada Linux.


Uji Hardware Istana Media kali ini masih menggunakan motherboard yang terbilang barang lama yaitu Biostar P4M890-M7. Motherboard seri ini milik client kami yang digunakan pada salah satu komputer kasir minimarket. 


Komputer tersebut dibeli pada tahun 2010, bulannya kami tidak hapal, sudah menjadi hukum alam jika benda buatan manusia tidak ada yang sempurna dan abadi, begitupun dengan komputer yang menggunakan motherboard seri ini akhirnya mati secara mendadak.

.
Singkat cerita komputer yang menggunakan motherboard Biostar P4M890-M7 dibawa ke kios oleh salah seorang karyawan mini market, setelah kami bongkar ternyata ada dua kapasitor (elcho) yang sudah rusak dikarenakan thermal (pasta) pada processor kering sehingga suhu motherboard kelewat panas

2 Kapasitor pada motherboard rusak 
Dikarenakan kami selalu ingin memberikan solusi yang cukup murah ke client kami, maka Motherboard tersebut kami usahakaan untuk diservice. Sebenarnya bisa saja kami menyarankan pada client untuk langsung mengganti dengan motherboard yang baru, namun masalahnya motherboard sejenis sudah tidak produksi lagi dikarenakan masih menggunakan RAM DDR2, pertimbangan lainnya adalah jika ganti baru secara otomatis sedikit banyaknya kami harus melakukan konfigurasi ulang pada minimarket tersebut, walaupun client pemilik komputer tersebut menggunakan OS GNU/Linux.

Singkat cerita akhirnya solusinya adalah kapasitor yang rusak diganti dengan mengambil kapasitor pada motherboard lain yang sejenis dan identik. Di bawah ini adalah gambar motherboard yang kapasitornya sudah diganti, memang warnanya terlihat berbeda, tapi tidak mengapa yang penting normal.
Salah seorang teman yang pekerjaannya tukanng buat plat nomor kendaraan pernah bilang jika pengen sama warnanya ya dipilox saja 

Kapasitor sudah diganti

Uji Hardware
Untuk memastikan apakah motherboard tersebut sudah benar-benar normal maka kami melakukan ujicoba, untuk uji-coba maka dipasanglah Hardisk dengan kapasitas 160 GB merk WD yang masih kosong, karena jika menggunakan hardsik bawaan komputer tersebut terlalu beresiko

Motherboard dan Hardisk untuk uji coba 
Motherboard yang belum dipasang pada cassing kami nyalakan, pertama yang dilakukan adalah melakukan pengaturan ulang pada BIOS, hal ini dilakukan karena pada saat motherboard diservice battery CMOS kami lepas agar tidak terjadi korsleting saat dikerjakan.



Berikut urutan setting BIOS yang dilakukan; melakukan pengaturan jam dan tanggal, kemudian dilanjut dengan penyetingan Booting, hal ini dilakukan agar komputer dapat booting melalui Flashdisk, maka yang perlu dipilih adalah menu Advanced BIOS Features, setelah itu tekan Enter maka tampil submenu Hardisk Disk Boot Priority.


Tekan Enter lagi, lakukan pengaturan booting dengan memilih salah satu device yang tampil, secara garis besar caranya seperti pada artikel dengan judul Agar Motherboard dengan BIOS Phoenix dapat booting lewat USB


Jika semua pengaturan pada BIOS selesai maka saatnya uji-coba menggunakan OS GNU/Linux, dalam hal ini menggunkan BlankOn 8 Rote. Dikarenakan hardisk untuk uji-coba dalam keadaan kosong dan belum terpartisi maka pilihan yang tepat adalah masuk terlebih dulu ke mode Live USB. Pada saat mode live itulah dilakukan proses partisi pada hardisk sesuai kebutuhan, kemudian dilanjutkan proses install BlankOn 8 Rote seperti biasanya.


Setelah BlankOn 8 Rote terinstall dengan baik pada motherboard tersebut maka kami adakan uji-coba, saat diuji-coba semua berjalan lancar tanpa banyak mengalami masalah yang berarti. Untuk aplikasi desain grafis berjalan lancar, adapun aplikasi yang sempat dicoba adalah; GIMP, Inkscape, Scribus, dan Blender. Begitupun dengan aplikasi perkantoran semua berjalan lancar.
Untuk memutar lagu menggunakan Audacious juga lancar, suara dari soundcard bawaan lumayan enak dan dapat digunakan secara maksimal.

Salah satu kekurangannya adalah saat digunakan untuk memutar Video jenis HD sering putus-putus (ngelag) kadang malah Logout (keluar) sendiri terutama saat film dipercepat ke bagian tertentu. Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi karena motherboard seri ini menggunakan Chipset VGA VIA/S3G UniChrome Pro IGP 64 MB.
Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menambahkan VGA PCI  Express X16 minimal 256 MB, hal ini berdasarkan kesimpulan dari uji-coba yang kami lakukan..


Demikian Review Motherboard  Biostar P4M890-M7 berdasarkan uji-coba yang kami lakukan, sebenarnya kami juga ingin mereview hardware yang lebih baru lagi, namun berhubung saat ini kami tidak memiliki barangnya mohon dimaklumi saja, dan semoga saja kami segera memiliki dana yang lumayan agar dapat membeli hardware yang lebih baru.

Saran

Saran