Senin, 27 Oktober 2014

Uji Coba Biostar MCP6P M2+ pada Linux

Uji Hardware Istana Media kali ini menggunakan Motherboard Biostar MCP6P M2+ dengan Processor AMD Athlon 3000+

Berikut spesifikasi lengkap Hardware yang digunakan:

Hardware Utama
  • Motherboard:  Biostar MCP6P M2+
  • Processor: AMD Athlon 3000+
  • RAM Memori: DDR2 1 GB (kingston)
  • Hardisk 80 GB SATA (segeat) dan 40 GB ATA (maxtor)
  • PSU: merk Nipon 450 Watt
Hardware Tambahan
  • Cardreader
  • Flashdisk 4 dan 16 GB
  • Hardisk External 320 GB
  • Modem Huawei E 
  • Micro SD 4 GB
Motherboard seri ini kami dapatkan dari Client pemilik Swalayan di Semarang yang melakukan Downgrade motherboardnya menjadi Intel Atom dengan alasan penghematan daya kosumsi listrik, karena saat menggunakan seri ini Aki pada UPS yang dipakai lebih sering harus diganti.
Sebenarnya beberapa bulan lalu saya dengan bagian TI Swalayan tersebut pernah melakukan uji-coba Raspberry Pi yang akan digunakan sebagai penggantinya, namun saat dilakukan uji-coba ternyata Raspberry Pi kurang cocok untuk dijadikan komputer kasir, permasalahan utamnya adalah saat melakukan pembaruan data di Server, respon pada komputer client (kasir) tidak cepat atau terjadi jeda kurang lebih 5 menit, hal ini berarti sangat buruk jika ada kenaikan harga, saat database di server sudah diganti dengan harga baru maka harga di kasir masih harga lama.
Berdasarkan riset kecil-kecilan yang kami lakukan kemungkinan utama permasalahan ini ada pada LAN Card, sedangkan untuk menambahkan LAN Card External tidak memungkinan, akhirnya berdasarkan pertimbangan yang matang dipilihlah Motherboard dengan processor Intel Atom.


Kami mendapatkan Komputer dengan Motherboard seri ini 6 Unit dengan Processor yang berbeda, 1  unit menggunakan processor Sempron, 2 unit menggunakan Prossecor Phenom, dan 3 unit lainnya menggunakan Processor Athlon, salah satunya digunakan sebagai uji-coba ini, 5 unit lainnya Alhamdulillah langsung laku dibeli teman yang sedang membuat Warnet Game Online.

Hasil Pengujian
Kami menguji Motherboard ini berdasarkan Hardware dan Software, dikarenakan hasil dari pengujian hampir sama dengan yang kami lakukan pada Motherboard seri sebelumnya yaitu Biostar P4M890-M7, maka pada postingan kali ini sengaja hanya saya bahas fitur khusus pada motherboard seri ini.

Sebelum melakukan pengujian lebih jauh kami perlu memastikan apakah motherboard tersebut memang benar original (OEM) atau produk palsu (BM) maka kami mengecek terlebih dulu keasliannya menggunakan Hardware Detection Tool, dan setelah kami cek memang produk asli (OEM) seperti terlihat pada gambar dibawah ini


Port USB
Motherbord seri ini memiliki 3 Front panel port USB sehingga berbeda dengan Motherboard seri lain yang hanya memiliki 2 atau 1 Front panel port USB.  dengan demikian maka port USB tidak akan kekurangan karena jika semuanya diaktifkan maka akan memiliki lebih dari 8 Port USB (termasuk port USB belakang).
Kami menguji Front panel pada motherboard ini menggunakan Port USB 4 lubang dengan dua kelompok kabel dan satu drive Cardreader dengan kelompok kabel berbeda. 

Pengujian khusus untuk fitur ini kami sengaja menggunakan Live BlankOn Linux 8 Rote. Flashdisk berisi Bootable BlankOn 8 Rote kami pasang pada port belakang, setelah komputer berhasil diboot dengan masuk desktop, pertama kami tancapkan Hardisk External 320 GB pada port USB kelompok 1, isi hardisk terbaca dengan baik, kami tancapkan Flashdisk 4 GB pada port USB kelompok kedua, isi flashdisk juga terbaca semua dengan baik, kemudian kami tancapkan Modem GSM pada port USB yang disediakan Cardreader, kami lakukan penyettingan paramater internet sesuai provider SIM Card, dan saat digunakan untuk browsing berjalan lancar, terakhir kami masukkan kartu memori Micro SD 4 GB, isinya juga terbaca semua dengan lancar.

Audio
Suara yang keluar dari Motherboard ini termasuk lumayan saat kami coba menggunakan Speaker kelas murahan yang kami miliki, Driver soundcard langsung bekerja dengan baik.

Grafik
Konon VGA On-board pada motherboard ini sudah masuk rekomendasi untuk PC Game karena memiliki Memori 512 MB dengan chipshet NVIDIA GeForce 6150SE, hal ini memang benar adanya saat kami coba cek dengan perintah lspci melalui terminal.


Seperti pada kartu grafik NVIDIA jenis lain, jika ingin menggunakan VGA jenis ini secara maksimal kita harus memasang drivernya secara manual dengan mengunduh drivernya dari situs resmi NVIDIA

Demikian Review mengenai Motherboard Biostar MCP6P M2+ yang dapat saya sampaikan, secara garis besar sudah mendukung GNU/Linux secara native dengan semua driver berjalan lancar dengan installasi secara default kecuali pada driver VGA yang harus diinstall secara manual. . 

Sabtu, 25 Oktober 2014

Komitmen


Tulisan ini berupa opini pribadi saya tentang suatu komitmen manusia terhadap yang pernah diucapkannya, tulisan ini saya rangkum berdasarkan kisah nyata yang saya alami, tentu saja dengan penambahan beberapa kalimat pemanis yang dalam kenyataannya tidak terucap secara nyata.

Dulu teman jauh saya yang pengangguran, setelah selesai sholat jumat sempat ngomong ke saya, jika dia dapat perkerjaan tetap dengan gaji yang lumayan akan sering ngikuti kegiatan pengajian atau kumpul-kumpul di masjid, nyatanya sekarang setelah dia dapat pekerjaan dengan gaji yang lumyan mencukupi, dia memang sering kumpul-kumpul dengan teman-teman, tapi sayangnya dia sekarang kumpulnya di posko dengan ditemani banyu setan.

Dulu ada salah seorang artis yang sewaktu mencalokan diri menjadi angota Legislatip dia bilang jika terpilih akan banyak berbuat kebaikan untuk rakyat Indonesia tidak lupa katanya akan memperbanyak ibadah, nyatanya sekarang dia sudah pakai Hijab setelah menjadi tersangka korupsi.

Teman saya di jejaring sosial juga tidak jauh berbeda dengan cerita diatas, dia pernah bilang ingin ikut kontribusi dalam dunia open source, tapi dia bilang gak punya Laptop dan modem, kemudian dia ikut lomba yang diadakan oleh salah satu vendor hardware (kebetulan saya yang share adanya lomba tersebut) dan dengan tidak disangka dia terpilih menjadi juara kedua dengan hadiah 1 (satu) buah Laptop. Laptop sudah ada, tinggal nyari modem, singkat cerita dia sudah beli modem walau dalam kondisi 2nd tapi lumayanlah.
Karena dia sekarang sudah punya Laptop dan Modem, maka saya pun bertanya; “Katanya mau ikut kontribusi pada Open Source
Secara mengejutkan dia bilang; “Internetnya lelet banget” dalam hati saya berkata internet lelet tapi kok bisa ngetwitt dan nulis setatus di jejaring sosial hampir setiap 10 menit sekali. Saya sekarang jadi tidak yakin kalau pun dia memiliki internet yang cepat belum tentu mau kontribusi, bisa-bisa kalau internetnya cepat dia malah lebih sering streaming youtube.

Diatas adalah cerita dengan tersangka orang lain, rasanya kurang greget jika tidak dilengkapi dengan cerita mengenai saya karena kesannya hanya karangan belaka.
Saya sendiri dulunya pernah punya angan-angan yang salah satunya akan lebih banyak kontribusi pada perkembangan dunia open source di Indonesia terutama dalam mengembangkan BlankOn Linux.
Awalnya saya masih malu-malu untuk bergabung dalam pengembangan BlankOn Linux sehingga secara diam-diam saya hanya sering ngintip percakapan di IRC. Saya malu karena waktu itu masih merasa tidak memiliki kemampuan yang memadai dalam dunia open source walupun saat itu sudah menggunakan GNU/Linux sudah lebih dari 5 (lima) tahun. Pertimbangan lainnya adalah waktu itu saya hanya memiliki komputer dengan spek yang memprihatinkan yaitu beberapa komputer kelas Pentium III, masalah lainnya adalah mengenai jaringan internet yang saya gunakan belum memadai yaitu menggunakan koneksi dialup modem HP CDMA dengan kabel DKU5 sebagai sarana berinternet satu-satunya.


Jika Anda pernah menggunakan koneksi internet yang saya sebutkan diatas pasti tahu betapa bahagianya waktu itu, untuk browsing saja kita musti belajar sabar, untuk download harus lebih sabar lagi, untuk upload harus super sabar. Jika kita download suatu file yang lumayan besar jangan harap bisa ditunggu sambil buka tab baru lagi, apalagi sambil chat di jejaring sosial.

Singkat cerita akhirnya saya ikut kontribusi pada BlankOn Linux melalui beberapa tutorial dalam buku Panduan BlankOn 7 Pattimura.

Pada saat hanya memiliki komputer Pentium III dan internet pas-asan dalam hati pernah punya angan-angan seandainya saya punya komputer yang lebih canggih dengan koneksi internet yang cepat maka saya akan lebih banyak ikut kontribusi pada BlankOn Linux  setelah punya komputer yang lumayan dengan koneksi internet yang memadai nyatanya...... bisa Anda tebak sendiri.
Begitu terjadi seterusnya tanpa rasa puas, setelah punya komputer yang memadai pengen punya Laptop, setelah punya Laptop pengen punya Gadget yang canggih, tapi dalam urusan kontribusi semakin berkurang.

Dulu saat saya masih belum punya usaha dan penghasilan tetap saya ingin segera menikah dan berumah tangga, tapi setelah punya usaha dan penghasilan yang tetap nyatanya sampai sekarang belum dapat pasangan yang mau diajak nikah.

Ada-ada saja alasan orang saat diajak berkontribusi, saat belum punya pekerjaan dia bilang tidak bisa kotribusi dengan alasan tidak punya apa-apa yang akan disumbangkan, saat punya pekerjaan tetap alasan belum punya waktu karena terlalu sibuk.

Kontribusi pada BlankOn Linux
Sampai saat ini saya masih (agak) aktif dalam pengembangan Distro BlankOn Linux  Alhamdulillah saya masih dipercaya sebagai koordinator Tim Dokumentasi. Sampai saat ini pekerjaan Tim Dokumentsai masih sangat banyak namun masih kekurangan anggota, yang dimaksud anggota disini bukan hanya nulis nama saja, namun yang diperlukan adalah kontribusi nyata, kalau masalah anggota sih dulu Tim Dokumentasi punya anggota lebih dari 10 (sepuluh) orang, namun yang bekerja tidak lebih dari 5 (lima) orang.


Dulu pernah terpikir olehku jika kontribusi hanya sedikit dan nanggung itu sesuatu yang memalukan, tapi sekarang pikiran tersebut sudah berubah dengan kalimat sungguh memalukan hidup ini jika tidak berkontribusi sedikitpun, biarlah ada yang bilang kontibusi yang hanya sedikit itu hanya pencitraan, bullshit, sok idealis, dll.saya tidak perduli.

NB:
Sebernarnya opini ini saya ambil dari sebagian kecil esai panjang mengenai perkembangan Distro Linux di Indonesia yang sedang saya susun sejak lama dan belum siap dipublikasikan.

Bersambung

Sabtu, 04 Oktober 2014

Mengenal Transformation Object pada Inkscape dan Corel Draw

Beberapa hari yang lalu saya mengisi pelatihan desain grafis yang diselenggarakan oleh perusahaan konveksi (garment) di Solo, pelatihan diadakan oleh perusahaan tersebut dalam rangka masa transisi migrasi dari penggunaan OS dan Aplikasi Proprietary yang masih ILEGAL ke OS dan Aplikasi Open Source.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa sebagian besar pegawai suatu perusahaan hanya bisa menggunakan Aplikasi Proprietary, begitupun di perusahaan tersebut, beberapa pegawai yang mengikuti pelatihan desain grafis untuk menggambar hanya bisa menggunakan Corel Draw.

Salah satu materi pelatihan adalah membahas penggunaan Transformation object pada aplikasi menggambar vektor, para peserta sudah terbiasa dan nyaman menggunakan fitur tersebut pada Corel Draw, sedangkan saya sendiri bisa dibilang tidak bisa menggunakan Corel Draw.

Setelah salah seorang peserta demo cara penggunaan fitur tersebut akhirnya saya pun sedikit memahaminya sehingga dapat membuat perbandingan fitur Transformation pada Corel Draw dengan Inkscape, secara garis besar memiliki fungsi yang sama namun berbeda konsep dan tekniknya, salah satu perbedaannya adalah di Corel Draw terdapat fitur Apply to Duplicate, sedangkan di Inkscape tidak ada.


Berikut ini penjelasan singkat perbandingan Transformation object kedua aplikasi tersebut:
Transformation pada Corel Draw
Buat object dengan ukuran 2 x 2 cm, atur agar koordinat object tersebut berada di pojok kiri bawah halaman, untuk mengatur koordinat object silakan baca artikel sebelumnya berjudul Mengenal Koordinat Object pada Inkscape dan Corel Draw

Duplicate object tersebut sehingga menjadi dua buah, caranya; seleksi object yang telah dibuat sebelumnya, kemudian tekan Ctrl+D, setelah itu klik Arange => Transformation => Position atau tekan Alt+F7

Dalam contoh artikel ini saya akan mengatur posisi object pertama dengan object kedua menjadi sejajar dengan jarak 1 (satu) cm
Pada jendela pengaturan Tansformation Position isikan angka 4 (empat) pada kotak H, sedangkan pada kotak V isi dengan angka 1 (satu), pilih Center pada ikon yang disediakan oleh menu Relative Positions, jangan beri centang pada kotak Relative Position karena jika dicentang akan berbeda hasilnya.

Mengapa menggunakan pengaturan seperti diatas?
Hal berdasarkan konsep koordinat yang digunakan pada Corel Draw, rumusnya begini: 
  • Kotak H (horizontal): 2 cm (lebar object) + 1 cm (jarak antar object) + 1 cm (lebar object dibagi dua) = 4 cm
  • Kotak V (vertical): 1 cm (koordinat panjang object dari sisi bawah halaman  berdasarkan pusat object) 

Setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:


Duplicate lagi object kedua tersebut, kemudian isikan angka 7 (tujuh) pada kotak H, dan angka 1 (satu) pada kotak V, setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:

Untuk mengatur jarak object secara vertical rumusnya kurang lebih sama, tinggal sesuaikan saja kebutuhan Anda.

Penggunaan Fitur Apply To Duplicate
Buat object dengan ukuran 2 x 2 cm, atur agar koordinat object tersebut berada di pojok kiri bawah halaman, lakukan pengaturan pada jendela pengaturan Transformations Position seperti berikut; beri tanda centang (checklist) kotak Relative Position, kemudian pada kotak H isi dengan angka 3,0 cm, sedangkan pada kotak V isi dengan angka 0,0 cm, setelah itu klik Apply To Duplicate, maka secara otomatis object terduplicate, jarak antara object asli dengan object hasil duplicate 1,0 cm.


Untuk melakukan duplicate object menjadi beberapa buah dengan jarak yang sama, klik lagi Apply To Duplicate sesuai jumlah oject yang akan dibuat.



 Transformation pada Inkscape
Buat object dengan ukuran 2 x 2 cm, atur agar koordinate object tersebut berada di pojok kiri bawah halaman. Duplicate object tersebut sehingga menjadi dua buah, arahkan kursor ke Menu Bar => Object => Transform atau tekan Shift+Ctrl+M


Dalam contoh artikel ini saya akan mengatur posisi object pertama dengan object kedua menjadi sejajar dengan jarak 1 (satu) cm seperti pada Corel Draw.
Pada jendela pengaturan Tansform => tab Move isikan angka 3 (tiga) pada kotak Horizontal, sedangkan pada kotak Vertical isi dengan angka 0 (nol), pada pengaturan unit pilih cm


Mengapa menggunakan pengaturan seperti diatas? 
Hal ini berdasarkan konsep koordinat yang digunakan pada Inkscape, rumusnya sederhana yaitu:

  • Kotak Horizontal: 2 cm (lebar object) + 1 cm (jarak antar object) = 3 cm
  • Kotak Vertical: 0 cm (koordinat panjang object dari sisi bawah halaman berdasarkan pinggir object) 

Setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:


Duplicate lagi object kedua tersebut, kemudian isikan angka 6 (enam) pada kotak Horizontal, dan angka 0 (nol) pada kotak Vertical, setelah semua pengaturan sudah sesuai klik Apply, maka hasilnya seperti dibawah ini:


Lakukan langkah seperti di atas untuk menambah object baru lagi, untuk mengatur jaraknya object yang baru dengan yang sudah ada tinggal tambahkan nilai tertentu pada kotak Horizontal.  
Untuk mengatur jarak object secara vertical rumusnya kurang lebih sama, tinggal sesuaikan saja kebutuhan Anda.


Fitur Apply to each object separately
Seperti yang sudah saya tulis diatas bahwa perbedaan Transformation pada Inkscape dengan Corel Draw adalah tidak tersedianya fitur Apply To Duplicate pada Inkscape, namun di Inkscape juga terdapat fitur yang tidak tersedia pada Corel Drw, yaitu fitur Apply to each object separately yang fungsinya untuk mengatur jarak object satu dengan object lainnya dengan jarak yang sama.

Berikut cara menggunakan fitur ini:
Duplicate object yang sudah dibuat sebelumnya menjadi beberapa object yang saling bertumpuk, caranya seleksi object, kemudian tekan Ctrl+D beberapa kali, dalam contoh saya menekan Ctrl+D sebanyak 5 (lima) kali sehingga object terduplicate 5 kali dengan jumlah object keselurahnya 6 (enam) buah. Seleksi semua object tersebut, lakukan pengaturan pada jendela Transform, beri centang pada kotak Relative move dan Apply to each object separately.

Setelah semua pengaturan dirasa selesai klik Apply, maka hasilnya terlihat seperti gambar dibawah ini:

Untuk mengatur agar object paling pinggir kiri berada tepat di sudut kiri bawah halaman isikan angka 0 (nol) pada kotak X pada Tool Control
Sebenarnya ada cara lain agar salah satu object tetap berada ditempatnya semula secara otomatis saat menggunakan Apply to each object separately, yaitu salah satu object jangan ikut diseleksi saat melakukan klik tombol Apply, tapi cara ini agak sulit dilakukan terutama bagi desainer pemula yang belum menguasai teknik seleksi object dengan baik.


Create Tiled Clones
Di Inkscape sebenarnya sudah tersedia fitur untuk menggandakan object menjadi banyak sekaligus secara otomatis dengan jarak tertentu sesuai keinginan, yaitu fitur Create Tiled Clones. Fitur inipun menurut saya lebih mudah digunakan dibandingkan dengan fitur Trasformation, langkahnya juga lebih sedikit sehingga dapat menghemat waktu, untuk membuktikannya silakan coba sendiri.


Sekilas tentang Create Tiled Clones
Create Tiled Clones digunakan untuk melakukan kloning object dengan menciptakan satu kelompok object yang terdiri beberapa object dalam waktu bersamaan secara otomatis.
Posisi object yang dihasilkan berjejer dengan salah satu object dan menumpuk persis di atas object asli.


Berikut penjelasan sederhana penggunaan fitur ini:
Saya asumsikan bahwa pada halaman Inkscape yang sedang dijalankan sudah terdapat object dengan ukuran 2 x 2 cm, seleksi object tersebut, arahkan kursor pada Menu Bar => klik Edit => Clone => Create Tiled Clones

Pada jendela pengaturan Create Tiled Clones lakukan pengaturan sebagai berikut
Pada Tab Symmetry pilih P1: simple translation, kemudian isikan angka 5 x 6 pada menu Row, colums. Pindahkan kursor pada tab Shift, kemudian isikan angka 50,0 pada kotak Shift Y: Per row:, begitu juga pada kotak Shift X: Per column: isi dengan angka yang sama.

Catatan

  • Jika sebelumnya Anda sudah mengunakan fitur ini sebaiknya kembalikan ke pengaturan default fitur ini dengan melakukan klik tombol Reset 

Setelah semua pengaturan dianggap sudah sesuai klik tombol Create, maka hasilnya terlihat seperti pada gambar dibawah ini:

Sepintas secara kasat mata jumlah object dari hasil penggunaan fitur ini adalah sesuai jumlah perkalian angka pada kotak Row dan column, tapi sebenarnya jumlahnya lebih 1 (satu) dan object tersebut menumpuk persis pada object pertama (object induk), agar jumlahnya sesuai keinginan hapus saja object yang menumpuk diatas object pertama.

Sebagian object hasil dari penggunaan Create Tiled Clones kadang secara berada diluar halaman (page) untuk mengatur agar object berada didalam halaman dapat dilakukan dengan menggunakan fitur Align and Distribute atau Resize page to content.


Demikian Artikel sederhana namun cukup lumayan panjang ini terpaksa saya akhiri karena sudah capek ngetiknya. Sebenarnya masih masih terdapat beberapa perbedaan lain antara Transformation di Inkscape dengan di Corel Draw, mungkin kalau ada waktu yang longgar akan saya tulis lagi untuk melengkapi artikel ini.

Saran

Saran