Pengikut

Sabtu, 12 Mei 2012

Membuat Pamflet Pendaftaran Sekolah

Awal bulan Mei tahun ini kita akan menjumpai beberapa hal seperti yang pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya, salah satunya banyak kita jumpai Brosur dan Spanduk ditempel maupun dipasang pada pohon dipinggir jalan yang isinya "Penerimaan Siswa Baru" mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA/SMK sampai perguruan Tinggi.
Kata Almarhum Gusdur gedung ini isinya Anak-anak TK
Dengan adanya moment penting ini, beberapa hari yang lalu saya mendapat sedikit pekerjaan (proyek) yang tidak terduga sebelumnya, yaitu disuruh membuat (desain) Pamflet “Penerimaan Siswa Baru” di salah satu SMK (yah lumayanlah hasilnya, kalau dibeliin Kwaci orang se RT kebagian semua.


Oke, langsung saja saya akan berbagi tutorial sederhana cara membuat Pamflet tersebut, seperti biasa saya membuat pamflet tersebut menggunakan Aplikasi OpenSource yaitu Inkscape, sebenarnya dari pihak sekolahan sudah menyediakan Komputer untuk saya pakai, tapi berhubung di komputer tersebut aplikasi untuk desain gambar adalah Corel Draw dan saya tidak bisa memakainya terpaksa saya menyalakan Laptop yang kebetulan ada dalam tas yang saya bawa.

Agar Anda tidak bingung mengikuti tutorial ini ada baiknya baca dulu tulisan saya sebelumnya pada tautan beriukut: http://imgos-linux.blogspot.com/
Halaman utama Inkscape


Dalam contoh tulisan ini seperti biasa saya memakai Distro BlankOn 7.0 Pattimura (untuk distro atau OS lainnya silakan sesuaikan sendiri), pertama klik Menu utama BlankOn ->Aplikasi ->Grafik ->Inkscape, setelah tampil halaman utama “Inkscape” klik File ->Document Properties (Ctrl+Shift+D) pada "Page Size" pilih saja A4 atau sesuaikan ukuran desain yang akan dibuat, pada tab "Orientation" pilih Landscape, untuk memudahkan waktu melakukan desain, jangan lupa pada bagian "Unit" yang tadinya “px” ubah menjadi cm.

Buat garis pembatas bagian atas dengan menggunakan Tool Box ->Rectangles and squares, tarik dan geser memanjang pada halaman kerja, dalam contoh saya buat ukuran "W: 29,500 dan H: 0,373 cm, buat lagi garis yang agak kecil dibawahnya, Tulis Nama Sekolahan yang dengan menggunakan "create and edit text objects (atau tekan F8 pada keyboard), buat garis pembatas antara nama Sekolah dengan alamat sekolah, kemudian tulis alamat dan keterangan lainnya dibawahnya, Pasang Logo sekolahan di sebelah kiri nama Sekolahan, Anda juga bisa memasang logo lainnya disebelah kanan sebagai hiasan.


Buat kotak persegi panjang dengan menggunakan Tool Box ->Rectangles and squares, kemudian tulis keterangan dari jurusan sekolah yang bersangkutan, tulis juga keterangan lainnya.

Pasang Gambar disebelah kiri sebagai penghias sesuai tema pada Pamplet, dalam contoh saya memasang gambar Komputer (tutorial membuat gambar komputer saya tulis lain waktu), Anda bisa memasang gambar yang diambil di Internet atau gambar dari koleksi foto yang Anda milik, pada bagian tengah buat tulisan sesuai isi dari pamflet yang dibuat, Buat juga keterangan lainnya agar tambah menarik, jangan lupa sertakan juga gambar pendukung pada sisa halaman yang masih kosong


Akhirnya Pamflet berhasil dibuat dengan hasil yang masih jauh dari sempurna, yang penting kan saya mendapatkan upah yang setimpal dan yang lebih penting lagi sudah berusaha untuk belajar membuat Pamflet sendiri.


Lho..... gambarnya koq jadi lain dari yang dibuat tadi?.... sengaja saya pasang gambar ini karena kalau saya pasang gambar sesuai aslinya nanti saya dianggap pasang Iklan hahaha.....


Alasan lainnya adalah saya merasa agak jengkel dengan sekolahan yang pesan Pamflet tersebut, karena hampir semua Komputer di SMK tersebut pakai OS dan Aplikasi Bajakan, kata guru TIK-nya “untuk Pendidikan pakai Bajakan gak apa-apa” alasan yang  saya sangat tidak setuju dan kalau ini dibiarkan terus mau jadi apa lulusan sekolah tersebut, bisa-bisa orangpun membuat alasan begini “untuk pendidikan pakai bajakan tidak apa-apa, untuk penggunaan pribadi pakai bajakan tidak apa-apa, untuk kantor pemerintah pakai bajakan tidak apa-apa. intinya untuk apapun pakai bajakan tidak apa-apa”.

Diakhir tulisan saya mengajak Anda semua “Mulai sekarang mari kita gunakan OS dan Aplikasi Bajakan Original, jika memang tidak mampu beli ya gunakan Aplikasi OpenSource.



Sabtu, 05 Mei 2012

Membuat ISO dari CD/DVD


Dalam Artikel saya beberapa bulan yang lalu yang berjudul “4 SystemOperasi dalam 1 Flashdisk” dimana dalam tulisan tersebut kita bisa membuat Live beberapa Distro pada sebuah Flashdisk, seperti biasa dibagian komentar saya mendapatkan beberapa komentar dari teman-teman yang mengalami masalah saat mempraktekkan tulisan tersebut, salah satunya seperti dibawah ini:
Apa itu ISO

ISO 9660 adalah file image arsip atau sering disebut sebagai CDFS (Disc File System Compact) adalah format yang dipakai oleh beberapa penyedia hardware dan software, format ini telah ditetapkan oleh International Organization for Standardization (ISO). untuk media cakram optik. ISO image file biasanya memiliki ekstensi *.Iso. Nama ISO diambil dari ISO 9660, dibuatnya format ini bertujuan untuk mendukung sistem operasi komputer yang berbeda seperti Windows, Mac OS, Linux dan Unix, sehingga dapat saling menukar data.



Berawal dari pertanyaan tersebut maka saya membuat tulisan singkat ini sebagai jawabannya.

Masukkan CD/DVD Distro Linux yang Anda miliki kedalam Disk Optic yang terpasang pada Komputer/Laptop, dalam contoh saya menggunakan Distro BlankOn-7.0-Pattimura karena kebetulan Distro ini yang saya temukan waktu melakukan Uji coba.
Buka Aplikasi Brasero melaluli Menu Utama BlankOn ->Aplikasi Suara & Video ->Brasero Pembakar Diska, dalam contoh saya memakai Distro BlankOn 7 Pattimura untuk distro lainnya silakan sesuaikan saja :D


Jika distro yang Anda pakai tidak mengalami masalah maka segera keluar tampilan “Buat Proyek baru” Brasero pembakar cakram. Pada jendela utama aplikasi Brasero Anda akan diminta untuk memilih salah satu proyek yang ingin dibuat, antara lain: Proyek Audio, Proyek Data, Proyek Video, Salin Diska, dan Bakar Salinan , pilih saja “Salin diska” 

Pada "Pilih diska yang akan ditulis" pilih "Berkas salinan" kemudian klik “Properti”

Maka akan segera keluar tampilan untuk melakukan penyimpanan dan pengaturan proyek yang sedang dibuat, Pada Tab "Nama" tulis nama sesuai dengan nama Distro dalam contoh saya tulis “Pattimura”, sedangkan letak ISO yang dibuat biasanya secara otomatis akan tersimpan di Beranda (home) ->nama_user, Anda bisa menyimpan ditempat lain, tinggal disesuaikan saja sesuai selera Anda, pada "Jenis salinan diska" pilih "Salinan ISO9660" klik tombol panah yang mengarah ke bawah untuk membuka sub menu yang disediakan, kemudian klik tutup,

Jika semua langkah yang dilakukan semuanya benar, maka segera keluar tampilan untuk melanjutkan proyek yang sedang dibuat, klik “Buat Salinan”.

Proses pembuatan ISO segera berlangsung tunggu hingga selesai, lama waktu yang dibutuhkan tergantung spesipikasi pada perangkat keras yang di gunakan.

Demikian Artikel singkat saya kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, mungkin dalam artikel ini terdapat beberapa tulisan yang agak membingungkan karena dalam Komputer saya memakai Antarmuka Bahasa Indonesia sedangkan di Komputer Anda memakai Antarmuka Bahasa Inggris, tinggal disesuaikan saja.

Senin, 30 April 2012

Mengecilkan Ukuran Ikon Inkscape pada Netbook


Inkscape adalah sebuah perangkat lunak editor gambar vektor yang bersifat perangkat lunak bebas dibawah lisensi GNU GPL. Tujuan utama dari Inkscape adalah menjadi perangkat grafik mutakhir yang memenuhi standar XML, SVG, dan CSS.

Inkscape bersifat cross-platform dan dapat dijalankan pada Mac OS X (biasanya dibawah aplikasi X11, walaupun toolkit GTK+ yang digunakan dapat dikompilasikan untuk beroperasi secara langsung dibawah Quartz, sistem operasi berbasis Unix, dan Microsoft Windows. Implementasi SVG dan CSS di Inkscape belum sempurna, misalnya Inkscape tidak mendukung animasi SVG, dan font SVG, walaupun dukungan dasar untuk pembuatan font SVG telah diimplementasikan pada versi 0.47. Inkscape bersifat multibahasa, terutama untuk antarmuka dan script rumit, sesuatu yang sering terlewatkan pada sebagian besar editor grafik vektor komersil.

Pada 2010, Inkscape dalam proses pengembangan aktif, dengan penambahan fitur dan antarmuka baru secara rutin pada setiap rilis baru, saat tulisan ini dibuat Inkscape sudah mencapai Versi 0.48.2
Sumber: http://id.wikipedia.org/wiki/Inkscape

Inkscape merupakan aplikasi penyunting grafis vektor yang secara default sudah terinstal di BlankOn. Aplikasi ini adalah padanan dari aplikasi penyunting grafis vektor komersial Corel Draw yang ada di Microsoft Windows.

Beberapa hari bulan yang lalu saya membantu Migrasi Sistem Operasi pada Komputer di kantor teman yang tadinya menggunakan Windows Bajakan di ganti dengan Linux, tepatnya memakai Distro BlankOn  termasuk Netbook teman saya tersebut juga diinstall BlankOn.

Awalnya tidak terjadi masalah karena sebelum migrasi karyawan dari kantor tersebut sudah saya ajari cara menggunakan Apliasi di Linux beberapa hari sebelumnya, namun kurang-lebih seminggu setelah migrasi terjadi masalah yaitu logo yang dimiliki kantor tersebut tidak memiliki File asli di komputernya, karena dulunya logo tersebut memang tidak di buat sendiri melainkan pesan pada tukang Desain.

Akhirnya diputuskan untuk melakukan desain ulang logo agar kantor tersebut memiliki master logo, dan tentunya para karyawan kantor tidak ada yang bisa membuat logo yang dimaksud dengan menggunakan Linux, maka sang pemilik perusahan menelpon saya untuk membuat logo (lumayan dapat proyek yang tidak terduga) karena waktu saya datang pada saat jam kerja secara otomatis semua komputer terpakai dan saya tidak membawa laptop karena berat.

Solusi satu-satunya adalah memakai Netbook milik teman saya tersebut, sayapun menyalakan netbook kemudian membuka aplikasi untuk menggambar yaitu Inkscape, dan ternyata waktu halaman Inkscape tampil beberapa Ikon penting tidak terlihat karena terlalu besar-besar dan ini membuat kurang nyaman waktu memakainya.
Setelah oprek sana-sini akhirnya ketemu juga cara mengecilkan tampilan Ikon, berikut ini beberapa langkah singkat untuk mengecilkan Ikon pada Inkscape
Klik File ->Inkscape Preferences (Shift+Ctrl+P) kemudian cari Interface, pada Sub menu “Toolbox icon size” yang tadinya large ubah menjadi “Smaller” lakukan hal yang sama pada “Control bar ikon size” dan Secondary toolbar ikon size” tutup menu “Inkscape Preferences” dengan cara klik tanda silang di pojok kanan atas.

Sekarang tutup semua aplikasi Inkscape yang masih terbuka, kemudian buka lagi Aplikasi tersebut, jika tidak terjadi masalah harusnya beberapa Ikon yang tadinya besar-besar akan menjadi agak kecil sehingga beberapa Ikon penting yang tadinya tidak terlihat kini sudah terlihat


Demikian tulisan singkat saya kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, jika ada yang masih kurang jelas atau ada beberapa tulisan yang keliru silakan tulis saja dibagian komentar.

Sumber:

Artikel lainnya silakan lihat di http://imgos-linux.blogspot.com/


Senin, 23 April 2012

Mengatasi Table Berantakan Pada LibreOffice


Dari beberapa Komentar baik di Blog, Millis, atau pertanyaan yang masuk lewat jejaring sosial banyak teman-teman yang berkomentar yang intinya mereka sering mengalami masalah jika membuka berkas (file) yang dibuat menggunakan Microsoft. Masalah serupa juga pernah di tanyakan oleh salah seorang peserta acara Bimbingan Teknis OpenSource Software (OSS) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan tahun 2011 yang lalu.


Salah satu permasalahan yang sering terjadi pada dokumen aplikasi perkantoran, dimana dokumen dengan format yang tidak memenuhi standard Aplikasi Perkantoran di Negara kita atau tepatnya yang dibuat menggunakan Microsoft Office 2007/2010 (.docx) berisi banyak table saat dibuka menggunakan LibreOffice Writer ataupun OpenOffice akan sangat berantakan, kasus yang sering terjadi adalah table (kolom) melewati margin (lembar kertas) dan waktu kita melakukan pengeditan menemui kesulitan karena kolom (column) yang melewati margin tidak bisa diseret untuk diperkecil atau di sesuaikan dengan lebar kertas yang dipakai, biasanya kalau di utak-atik dengan menyeret lebar kolom tersebut akan semakin berantakan, efek lainnya tiba-tiba kepala Anda akan terasa Pusing.... hahahahaha....


Untuk menyelesaikan masalah tersebut sebenarnya sangatlah mudah asal tahu caranya, untuk Anda yang pernah menggunakan Wordstar pasti akan bisa mengatasi masalah ini dengan mudah, tapi tidak mungkin dong untuk memecahkan masalah sepele ini kita terlebih dulu harus menggunakan Wordstar karena akan membuang-buang waktu saja.


Letakkan tetikus/krusor disalah satu table tersebut klik “Properties” pada toolbar table, atau klik Table ->”Properti Table” biasanya berada paling bawah pada menu “Table”, maka akan segera tampil “Table Format” yang mana fasilitas ini sangatlah mudah digunakan untuk management atau pengaturan table yang dibuat, pada menu yang tersedia pilih “Table” biasanya terletak disebelah paling kiri, jika diperhatikan dalam contoh gambar maka terlihat permasalah yang terjadi dan tentunya jalan keluarnya sudah terlihat, oke saya perjelas pembahasannya, pada bagian “with” (lebar) table terlihat berukuran 28,87 cm sedangkan lebar halaman yang dipakai 21 cm (dalam contoh menggunakan ukuran kertas A4) sampai disini pasti sudah pada paham permasalahan sebenarnya dari kasus ini.


Agar lebar “Table” muat atau menyesuaikan halaman kertas (margin) arahkan tetikus (krusor) pada “Alignment” atau “ Perataan” kemudian pilih Automatic (otomatis) setelah itu klik “Oke”

Sekarang Table yang ada sudah muat pada margin (lembar kertas) walaupun masih sedikit berantakan setidaknya table tersebut sudah bisa diatur ulang, untuk melakukan pengaturan lebar kolom secara manual klik “ Table Properies” kemudian pilih “Columns” lakukan pengaturan lebar kolom yang ada dengan mengisikan nilai ukuran yang di kehendaki misalnya; kolom 1: 1,14 cm, kolom 2: 2,64cm, kolom 3: 1,90 cm, dstnya, untuk mengatur dan memilih jenis bingkai klik tab “Border” sedangkan tab “Background” untuk memberi warna Table.

Sampai disini dulu tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat untuk kita semua, sampai jumpa di tulisan berikutnya dengan tema yang berbeda.






Senin, 16 April 2012

Install Flashplayer pada Chromium


Beberapa hari yang lalu saya membantu Migrasi Warnet milik teman yang tadinya masih memakai OS Windows bajakan yang akhirnya diganti dengan OS GNU/Linux tepatnya memakai Distro BlankOn 7 Pattimura, setelah melalui perjuangan yang lumayan menyenangkan (karena ada sebagian Hardware yang kurang di dukung oleh Linux) akhirnya proses migrasi selesai juga.

Pada awalnya tidak terjadi masalah kecuali kasus “Membuat Nomor Halaman Pada LibreOffice Writer” yang saya tulis pada artikel sebelum, tidak beberapa lama terjadi kasus baru yaitu pada saat ada pelanggan yang ingin membuka Video di Youtube terjadi Missing Plugin, begitupun saat ada anak-anak yang ingin memainkan Game Online terjadi peringatan serupa, ternyata permasalahannya sederhana yaitu belum terpasang Plugin Adobe Flash player pada browser yang digunakan.

Dibawah ini saya tulis contoh memasang Adobe Flashplayer pada Browser “Chromium” untuk browser lainnya kurang lebih sama caranya.

Sebelum memasang Plugin Flashplayer pada Browser silakan unduh terlebih dulu “Adobe flash_player_11_linux.i386.tar.gz” di situs resmi Adobe dengan melakukan klik disini pilih saja “tar.gz for other linux” klik tombol panah yang mengarah ke bawah pada “Select Version to download” untuk bisa memilih jenis dan versinya


Setelah proses download selesai klik kanan pada berkas tersebut pilih “Ekstrak Di Sini” masuk kedalam folder "install_flash_player_11_linux.i386" yang telah Anda ekstrak tadi (nama folder “usr” dan berkas “libflashplayer.so) kemudian Salin-Tempel Berkas dan folder yang ada di dalamnya ke “System Berkas /usr/lib/chromium-browser/plugins"



Jika mengalami kesulitan pada saat melakukan Salin-Tempel ke folder “Plugin” kemungkinan besar Hak Akses pada folder tersebut hanya “Baca” untuk mengatasinya lakukan langkah berikut, klik kanan folder plugin kemudian klik Properti, klik Hak Akses dan dibagian Akses Berkas semua dipilih "Baca dan Tulis".





Apabila hak akses folder tidak bisa diubah dengan cara seperti itu, Anda bisa mengubahnya dengan menggunakan “Terminal” caranya; klik Menu Utama BlankOn ->Aksesoris 
->Terminal, kemudian ketik $ sudo chmod 777 /usr/lib/chromium-browser/plugins masukkan kata sandi seperti yang Anda masukkan pada saat melakukan Install BlankOn, baru Anda Salin-Tempel folder “usr” dan berkas “libflashplayer.so”.



Sebenarnya kasus serupa pernah saya alami waktu bantu Mahardika Nugraha dan pak Antox Sudianto maintenance dan memasang jaringan pada lab Komputer di SD Srondol Kulon, tapi waktu itu saya gak sempat membuat dokumentasinya.


Catatan:
Salin-Tempel: Copy-Paste

Senin, 09 April 2012

Membuat Nomor Halaman Pada LibreOffice Writer Secara Otomatis


Dalam Artikel ini saya akan menjelaskan cara membuat nomer halaman secara otomatis, tapi membuat nomornya langsung lompat ke nomor besar bukan dari nomor 1 (satu), bingung ya dengan maksud tulisan ini?

Beberapa hari yang lalu saya membantu migrasi salah satu warnet costumer saya, setelah selesai migrasi terjadi masalah yang tidak diduga, yaitu ada seorang pengunjung yang mau print data TA yang mana terdapat koreksi dari gurunya, dan yang ingin di print adalah halaman 45 keatas, yang jadi masalah adalah saat membuat nomer halaman tersebut, karena jika ditulis manual tidak efisien karena akan memakan waktu.


Dibawah ini saya tulis secara singkat cara membuat nomor halaman tersebut:


Buka Aplikasi Perkantoran Anda melalui Menu utama BlankOn ->Aplikasi ->Perkantoran ->LibreOffice Writer (untuk distro BlankOn Linux), jika Anda masih menggunakan Windows XP Klik Star ->All Program ->LibreOffice Writer, bagi yang belum install LibreOffcie di Windows silakan unduh terlebih dulu Aplikasi LibreOffice For Windows dengan melakukan klik disini, saya asumsikan Anda sudah berhasil masuk ke Halaman Utama LibreOffice Writer, ketik dokumen yang tulisannya apa saja atau Anda bisa Salin-Tempel dari dokumen lama Anda, buat dokumen minimal 10 halaman (tidak harus 10 halaman lebih juga boleh karena ini sebagai uji coba saja tidak usah dianggap serius).


Kita lanjut kelangkah selanjutnya;
Klik "Format ->Title Page", beri tanda centang pada "Set Page Number for first title page" pada "Page Number" isi dengan nomor halaman yang di kehendaki, dalam contoh saya tulis 45, pada tab “Edit Page Properties” pilih “Baku” setelah semuanya beres klik “Oke”


Sekarang klik lagi Format ->Halaman, pilih "Tajuk" beri tanda centang pada "Tajuk aktif" pada sub tab “Isi serupa kiri/kanan” beri tanda centang juga, kemudian klik “Oke”



Letakkan tetikus pada "Tajuk" yang telah kita buat tadi (halaman pertama) klik Sisip ->Ruas ->Nomor Halaman 



Arahkan tetikus ke halaman kedua, kemudian klik Sisip ->Ruas ->Nomor Halaman klik “Oke”


Untuk mengubah nomer halamannya supaya bisa genap dikanan ganjil dikiri, hilangkan tanda "Centang" pada "“Isi serupa kiri/kanan” kemudian letakkan tetikus pada nomor yang ada pada “Tajuk” di halaman kedua (nomor halaman ganjil), terakhir buat nomor halaman tersebut rata kanan.





ampai disini dulu tulisan saya, jika ada yang kurang jelas silakan langsung tulis komentar, dibawah ini beberapa catatan penting yang mungkin berguna karena saya memakai Antarmuka Bahasa Indonesia sedangkan Anda mungkin menggunakan Antarmuka berbaha Inggris, untuk beberapa tulisan saya kedepan mungkin keterangan ini tidak akan saya cantumkan


Catatan:

Tajuk: Header
Sisip: Insert
Ruas: Fields
Nomor Halaman: Page Number
Baku: Default
Salin-Tempel: Copy-Paste
Unduh: Download

Rabu, 04 April 2012

Install Linux Pecahkan Rekor Muri


Satu hari sebelum habis bulan Maret terjadi peristiwa yang sangat istimewa bagi para Developer BlankOn Linux dengan suksesnya acara Install BlankOn Linux ke 468 Komputer dan masuk Rekor Muri, saya sebagai pengguna BlankOn tentu saja ikut senang dengan adanya pencapaian ini, mungkin ini suatu awal yang baik untuk bangsa Indonesia yang mana selama ini terkenal dan selalu nangkring di 10 besar di dunia sebagai negara pengguna Software bajakan, paling tidak dengan suksesnya acara ini sudah mengurangi angka pembajakan tersebut minimal sudah berkurang 468 dalam satu hari.

Mungkin juga semua itu merupakan hadiah untuk ulang tahun BlankOn ke-8 yang kebetulan juga jatuh pada bulan Maret.

Dibawah ini beberapa Foto yang saya dapat dari Akun Facebook pak Fakhrul Rijal yang kebetulan ikut jadi panitia dalam acara tersebut.

Pendataan Ulang Peserta yang sudah mendaftar sebelumnya.

Memindahkan display Screen

Proses migrasi peserta dari bagian kiri depan menuju kanan depan
Kegiatan sempat terhenti ketika listrik padam
Pak Fakhrul Rijal keliling sambil membawa microfone karena listrik mati

Penyerahan Piagam Rekor Muri
Sebenarnya para Pengembang BlankOn tidak mengharap semua ini, karena di BlankOn, para pengembang adalah karyawan sukarela, entah mereka mengharap apa dari BlankOn, bahkan ada yang rela menyumbangkan materi untuk BlankOn, mungkin ini semua ini hal yang aneh, di BlankOn para pengembang tidak hanya dari para insinyur komputer, tapi disini ada yang berprofesi sebagai pelayan masyarakat desa “bayan”, ada yang berprofesi sebagai ketua RW, ada yang berprofesi sebagai petani, guru, pedagang, makelar, dan tentunya ada yang pengangguran juga, kenapa mereka yang berbagai profesi mau mengembangkan BlankOn, tujuannyahanya 1, membuat Indonesia bisa Mandiri dan tersenyum bahagia.



Di akhir tulisan hanya satu harapan saya, Semoga dengan suksesnya acara ini, Pemerintah dan propinsi lainnya berani dan mau mengikuti langkah yang sama.

Selasa, 03 April 2012

Agar nyaman memakai Aplikasi Perkantoran


Dari beberapa Surel yang terkirim ke kotak masuk saya, ternyata masih banyak yang bingung saat mempraktekkan tulisan saya terutama pada Tutorial Aplikasi Perkantoran.
Dibawah ini saya tulis beberapa pengaturan penting supaya nyaman menggunakan Aplikasi Perkantoran, disini saya asumsikan Anda masih memakai Antarmuka bahasa Inggris pada aplikasi LibreOffice.

Biasanya komputer yang Operasi Sistem-nya memakai Antarmuka berbahasa Inggris maka secara otomatis untuk ukuran Penggaris, ukuran Halaman (kertas), ukuran kotak pada table, dll, menggunakan ukuran Inchi, maka dengan tetap mepertahankan penggunakan ukuran Inchi akan mempersulit penyutingan dokumen yang dibuat karena sudah terbiasa menggunakan ukuran Centimeter, untuk merubah ukuran “Inchi” ke “Centimeter“ lakukan langkah berikut:
Kli Tools ->Options, karena dalam contoh ini aplikasi perkantoran yang sedang dipakai “LibreOffice Writer” maka arahkan tetikus pada menu LibreOffice Writer klik tombol panah yang mengarah ke bawah untuk membuka sub menu yang disediakan, klik “General” ubah ukuran Inch menjadi “Centimeter” kemudian klik “Ok”

Dari beberapa pertanyaan yang masuk juga saya mendapat pertanyaan yang dimana sebagian ada yang kebingunngan dalam mempraktekkan tutorial yang saya tulis sebelumnya, terutama dari mereka yang menggunakan Antarmuka Bahasa Inggris pada Komputernya sedangkan sebagian besar tulisan saya meggunakan Bahasa Indonesia, karena Atarmuka komputer saya memang berbahasa Indonesia.



Berikut ini cara merubah Artarmuka Bahasa Inggris menjadi Bahasa Indonesia:
Klik Tools ->Options, arahkan tetikus pada menu "Langueages Setting" klik tombol panah yang mengarah ke bawah untuk membuka sub menu yang disediakan, klik Langueages cari Manu "Langueage of" pada sub menu User intrface ubah menjadi "Indonesia" lakukan hal yang sama pada "Locale setting" klik "Ok" jika keluar peringatan bahwa antar muka bahasa akan diperbaharui klik "Ok" kemudian tutup semua aplikasi perkantoran yang masih terbuka, buka lagi aplikasi perkantoran tersebut maka secara otomatis Antarmuka aplikasi perkantoran (LibreOffice) sudah berubah menjadi Bahasa Indonesia, sebagai catatan: saya memakai Distro BlankOn yang mana sudah mendukung antar muka bahasa Indonesia, untuk OS atau Distro lainnya saya belum mencoba.

Sampai disini dulu tulisan saya, mulai sekarang mari kita biasakan dan budayakan menggunakan Bahasa Indonesia yang benar, walaupun pada awalnya agak ribet dan membingungkan seperti yang saya alami.




Sabtu, 31 Maret 2012

Mengamankan Data Penting pada Flashdisk

 Di era modern ini komputer bukanlah barang yang mewah lagi, karena harganya yang sudah sangat murah dan sehingga semua orang mampu untuk membelinya, begitupun dengan beberapa aksesoris pendukungnya misalnya Flashdisk, hardisk external, dll. Sudah sama-sama murah.

Walaupun sekarang harga Flashdisk sudah sangat murah, namun tidak semua orang mau membelinya, alasannya bermacam-macam ada yang bilang tidak begitu penting, ada yang bilang takut ketularan virus karena sering ceroboh colokin flashdisk ke sembarang komputer, alasan terakhir bisa pinjam ke temen.


Dalam Artikel ini akan saya bahas cara mengamankan data penting yang kita miliki dan disimpan dalam flashdisk agar tidak mudah untuk dibuka atau diintip orang lain bilamana flashdisk tersebut sering dipinjam oleh teman kita, dalam tulisan saya kali ini fokus pengamanan data dalam bentuk dokumen pada aplikasi perkantoran.

Sebenarnya cara ini sudah saya pakai beberapa tahun yang lalu pada waktu saya masih buka usaha Rental/Pengetikan Komputer, dimana pada waktu itu harga Flasdisk masih lumayan mahal, dan sebagian besar pelanggan saya adalah pelajar/mahasiswa yang belum mampu membeli Flashdisk sendiri maka saya terpaksa menyediakan Flashdisk untuk mereka pakai bersama, misalnya untuk mindah dokumen yang mereka ketik disekolahan kemudian di print tempat saya.



Oke, langsung saja ke persoalan pengaman dokumen penting pada Flashdisk yang kita miliki.


Dalam contoh tulisan ini saya menggunakan LibreOffice Writer yang terpasang pada distro BlankOn, untuk pengguna OS atau Distro  lainnya tinggal sesuaikan saja.


Pertama klik menu utama BlankOn ->Aplikasi ->Perkantoran -> LibreOffice Writer, (untuk pengguna Windows klik Start ->LibreOffice Writer) tunggu hingga keluar tampilan utama LibreOffice Writer, kemudian silakan melakukan pengetikan pada halaman yang tersedia, bisa juga melakukan Salin-Tempel dari dokumen yang telah dimilik sebelumnya.

Pengaman Pertama
Simpan Dokumen yang telah dibuat, caranya klik Ikon “Simpan” pada toolbar atau klik “Berkas ->Simpan (CTRL+S pada papan ketik secara bersamaan)” Tulis judul dokumen yang dibuat, jika ingin menyimpan dokumen tersebut pada folder baru klik “Buat Folder Baru” tulis nama folder tersebut sesuai keinginan Anda kemudian tekan “Enter” pada papan ketik, kemudian arahkan tetikus ke kawah, aktifkan fasilitas pembuat kata sandi, caranya beri tanda centang pada kotak "Simpan dengan sandi

Ketik kata Sandi pada kotak yang disediakan sesuai selera Anda, masukkan ulang kata sandi pada kotak “Konfirmasi Password” arahkan tetikus pada menu "Pilihan Lebih" beri tanda centang pada kotak "Buka file read-only" ketik kata sandi pada kotak dibawahnya, masukkan kata sandi yang berbeda dari yang Anda buat diatas, ketik ulang kata sandi pada kotak "Konfirmasi Password" klik "Oke"
 
Pengaman kedua
Sekarang kita membuat pengamanan lapis kedua, sebenarnya bukan termasuk pengamanan lebih tepatnya menakut-nakuti orang yang berusaha membuka data kita tanpa ijin, caranya klik Perkakas ->Makro ->Organisasi Makro ->LibreOffice Basic

Ketik nama makro pada kotak yang tersedia (nama terserah Anda) klik nama dokumen yang sedang Anda buat, kemudian klik tab "Baru" yang tersedia disebelah kanan, maka akan segera keluar tampilan Nama "Module1" ganti nama dengan nama lain sesuai selera Anda, klik “Oke”



Karena sebenarnya bagian ini tidak penting tapi hanya tipuan semata, maka tulis saja script sesuka hati Anda, pada form yang disediakan isi , kemudian klik ikon simpan terlebih dulu sebelum mengakhiri bagian ini.

Pengaman ketiga
Untuk lebih memperkuat pengamanan Dokumen, kita buat pengaman lagi sebagai pelengkap, caranya klik Berkas ->Properti, arahkan tetikus pada tab “Security” beri tanda centang pada kotak “Open file read-only” dan kotak pada “Record changes, kemudian klik Protect, ketik kata sandi yang berbeda pada langkah diatas, masukkan ulang kata sandi pada kotak “Konfirmasi” klik OK



Sampai disini sebenarnya dokumen yang kita miliki sudah lumayan aman, karena sudah terlindungi oleh beberapa pengaman yang kita pasang, namun jika masih kurang saya tambahkan lagi Bonus sebagai Pengaman Tambahan.

Pengaman Tambahan
Untuk membuat pengaman tambahan disini saya melakukan kompresi pada folder dimana kita meletakan Dokumen yang kita buat, klik kanan folder yang berisi dokumen yang kita buat tadi, pilih “Kompres” maka akan segera keluar tampilan untuk memilih jenis kompresi yang kita buat pilih 7z, klik panah yang mengarah kebawah pada tab “Opsi Lain” beri tanda centang pada “Enkripsi daftar berkasnya” masukan kata sandi yang berbeda lagi kemudian klik “Oke” tunggu proses kompresi sampai selesa, jika dokumen masih diluar folder buat dulu folder dan beri nama sesuka hati Anda, sebagai pancingan buat saja nama folder tersebut yang agak menarik misalnya; Data penting, jangan dibuka, dll, kemudian masukkan dokumen tersebut kedalam folder yang baru dibuat tadi.
 

Apakah Data kita sudah Aman
Selesai sudah tahapan mengamankan data yang kita miliki dari tukang intip, sekarang saat untuk membuktikan seberapa aman data kita tadi.

Untuk uji coba saya tancapkan flashdisk tadi ke Komputer lain, disini saya memakai komputer yang sudah terpasang BlankOn yang belum ditambahi aplikasi baru sama sekali, saya lakukan klik dua kali (klik double) pada folder yang telah di kompres tersebut, maka akan keluar peringatan tidak bisa membuka Folder atau File tersebut, efek dari langkah Pengaman Tambahan, satu hambatan sudah kita berhasil kita buat.



Misalnya pada komputer yang dipakai sudah terpasang aplikasi untuk melakukan Ekstrak file tersebut, maka secara otomatis akan keluar peringatan untuk memasukkan kata sandi, dua hambatan berhasil dibuat.

Jika user berhasil melakukan ekstrak file tersebut, hambatan ketiga sudah menghadang, yaitu pada saat ingin membuka dokumen maka keluar permintaan kata sandi, efek Pengaman Pertama, tambah pusing deh orang yang pengen tahu isi dari Dokumen tersebut.             

Saya asumsikan teman kita yang pinjam flashdisk berhasil menebak kata sandi karena dia sudah teman dekat dan kita memasukkan kata sandi yang sudah diketahuinya, maka saat dokumen akan terbuka keluar peringatan “Dokumen ini bisa saja mengandung Virus” biasanya setiap orang yang mendapatkan peringatan ini akan terkejut dan bisa saja langsung panik dan segera menutup peringatan ini dengan melakukan klik pada tanda silang dipojok kanan atas, ketipu pada Pengaman kedua.

Mungkin masih saja yang nekat mendapatkan peringatan diatas dan langsung melakukan klik “Oke” (karena penasaran) maka data yang berhasil dilihat hanya bisa dibaca dan tidak bisa melakukan pengeditan ataupun pencetakan, efek dari Pengaman ketiga

Mungkin karena masih ada rasa penasaran user melakukan klik kanan untuk menyalin dokumen tersebut ke lembar halaman baru, maka tidak akan ditemukan opsi “Salin” tapi menemukannya opsi “Sunting, Sorot Teks, dll” karena semakin pensaran maka user tersebut memilih opsi “Sunting” maka akan segera keluar tampilan untuk “Masukan sandi”

Terakhir saya asumsikan user juga berhasil menebak kata sandi bagian ini dan berhasil melakukan perubahan, maka perubahan yang dibuat akan memiliki warna berbeda pada teks yang dia masukkan, jika kita dekatkan tetikus pada teks yang disisipkan tersebut, maka akan terlihat keterangan tanggal teks tersebut dimasukkan.


Sampai disini dulu tulisan saya kali ini, masalahnya sudah capek ngetiknya, gunakan pengaman dokumen sesuai kebutuhan Anda saja, tidak perlu se-extrem seperti dalam tulisan ini, namun jika masih terasa kurang aman  lain waktu saya akan tulis artikel cara melakukan proteksi folder pada Flashdisk yang kita miliki agar tidak bisa dihapus.



INDEK:

Berkas: File

Perkakas: Tool

Salin-Tempel: Copy-Paste
Kata Sandi: Password
Tetikus: Mouse (krusor)
Papan Ketik: Keyboard
Sunting: Edit