Minta Screenshot Malah Foto yang dikirim

Di dunia maya kita sering berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki latar belakang berbeda, sehingga kemampuan dan cara menggunakan internet juga berbeda-beda pula. Dengan adanya internet kita dimudahkan dalam belajar berbagai hal, hal ini semakin mudah dengan hadirnya berbagai Sosial Media, Forum, Millis, dan lain-lain.

Pertanyaan yang sering penulis temui adalah tanya-jawab dalam dunia perkomputeran, terutama pertanyaan seputar penggunaan aplikasi tertentu. Kadang isi dari pertanyaan sudah pernah dibahas dan tentu saja sudah terjawab, namun tetap saja ada yang bertanya dengan pertanyaan yang sama tersebut, inilah salah satu kekurangan generasi sekarang, yaitu:
Malas mencari tahu sendiri jawaban atas permasalahannya, padahal masalah tersebut sudah berkali-kali ditanyakan.
Malas membaca buku yang tebal, padahal si penanya sudah memiliki buku tersebut, kadang buku hanya sebagai koleksi biar terlihat keren
Jika masalah yang dihadapinya sudah terselesaikan malas menulis dokumentasi.

Beberapa orang sering bertanya dengan pertanyaan yang kadang susah dipahami oleh orang lain yang ingin membantunya, misalnya tidak menyebutkan Sistem Operasi yang ia gunakan, menggunakan bahasa yang disingkat-singkat (kadang bahasa alay), tidak menyertakan tangkapan layar (screenshot) dari pertanyaannya, dan lain-lain.

Nah, masalah screenshot ini yang kadang membuat penulis jadi jengkel, ketika kita minta screenshot ke si penanya, eh yang dikirim malah foto, contohnya ketika ada yang bertanya cara mengubah ukuran kertas di LibreOffice yang ia kirim foto seperti di bawah ini:


Beberapa minggu lalu, salah seorang Pengembang BlankOn sampai menulis status di Facebooknya masalah screenshot, mungkin saking jengkelnya 


Mungkin kita bisa memaklumi jika si penanya terpaksa mengirimkan foto karena suatu hal yang tidak memungkinkan untuk mengirim screenshot, misalnya ketika tidak bisa login di komputernya seperti gambar di bawah ini.


Inti pertanyaannya adalah apa sih susahnya ambil screenshot
Untuk pengguna GNU/Linux, ini bukanlah masalah yang berarti karena hampir sebagian besar Distro Linux sudah menyertakan aplikasi Screenshot secara default, tinggal tekan tombol PrintScreen beres deh, walaupun perlu dimaklumi masih banyak juga yang tidak tahu fungsi dari tombol Printscreen pada keyboard.
 
Lain ceritanya untuk pengguna Sistem Operasi milik tetangga sebelah, untuk membuat tangkapan layar (screenshot) tidak sesederhana di GNU/Linux yaitu tinggal tekan tombol PrintScreen beres. Di OS tetangga sebelah, untuk membuat Screenshot sehingga menghasilkan gambar Bitmap, mereka harus melakukan beberapa langkah dulu, misalnya  harus tekan tombol PrintScreen => buka aplikasi menggambar => lakukan paste pada aplikasi menggambar => Export menjadi Gambar baru beres. 


-
Saking asiknya nulis, he ladalah, ternyata sekarang sudah tanggal 18 Mei, sudah waktunya untuk bayar rekening listrik biar gak kena denda, ya sudah saya ke pasar dulu  ya.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Minta Screenshot Malah Foto yang dikirim"

Post a Comment

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.