Backup System Pakai Clonezilla

Cloning Hardisk dengan menggunakan Clonezilla
Bagi pengguna Sistem Operasi Microsoft Windows mungkin sudah akrab dengan Software komersial  populer bernama Norton Ghost. Aplikasi ini berguna untuk melakukan kloning sistem dan data ke dalam Hardisk secara massal. Selain itu, mungkin Anda pernah juga mendengar solusi untuk kloning yang di keluarkan perusahan Symantec, yaitu Symantec Ghost edisi Enterprise,  Kedua Aplikasi memang sangat terkenal dan dapat dihandalkan namun harganya juga mahal.
Bagi Anda pengguna Aplikasi Open Source tidak usah berkecil hati karena sudah tersedia aplikasi Cloning yang cukup power full yaitu Clonezilla.

Clonezilla adalah Aplikasi yang berdasarkan DRBL, Partclone dan udpcast, dengan Aplikasi ini Anda dapat melakukan backup dan pemulihan System pada Hardisk. Saat ini tersedia dua jenis Clonezilla yaitu: Clonezilla live dan Clonezilla SE (server edition). Clonezilla live cocok digunakan untuk kloning dan membuat cadangan pada mesin tunggal secara langsung.
SedangkanClonezilla SE digunakan untuk melakukan kloning ke banyak komputer dalam suatu jaringan, dan mampu melakukan kloning ke 40 Komputer secara bersamaan. Clonezilla menyimpan dan mengembalikan blok yang digunakan ke dalam harddisk. Hal ini dapat meningkatkan efisiensi waktu pada saat melakukan kloning.

Sebagai contoh di salah ruang sekolah kelas C Clonezilla SE digunakan untuk melakukan koning pada 41 komputer secara bersamaan. Butuh waktu hanya sekitar 10 menit untuk mengkloning 5,6 GBytes Image sistem ke semua komputer (41 komputer) secara bersamaan

Sumber: http://clonezilla.org/


PERINGATAN
Semua tulisan dalam tutorial ini telah melalui uji coba di komputer kami, dan pada waktu pengujian tidak terjadi masalah, Apabila terjadi kerusakan Alat-alat, software, kehilangan data atau apapun sewaktu mempraktekkan isi dari Artikel, saya sebagai Penulis dengan segala hormat tidak bertanggung jawab dan tidak berhak untuk mengganti atas kerusakan dan resiko yang terjadi, maka dari itu sangat disarankan terutama bagi pemula untuk berkonsultasi terlebih dulu dengan rekan Anda yang lebih berpengalaman dalam berkomputer. Atau demi kenyamanan Anda, kami sarankan untuk tidak mempraktekkan tulisan ini sama sekali atau silahkan backup data penting dikomputer Anda sebelum mempraktekkan tulisan ini. Jika Anda berada di Semarang bisa datang langsung ke tempat saya untuk praktek secara langsung.

Dibawah ini saya tulis tutorial sederhana yang pernah saya lakukan pada hardisk di komputer saya dengan menggunakan Clonezilla Live yang ada pada distro Parted Magic.
Dalam contoh saya melakukan kloning hard disk 80 GB ke hard disk lain dengan kapasitas 120 GB yang masih dalam kosong setelah saya format

Berikut urutan langkah yang perlu dilakukan

Device_to_Device

Lakukan kloning / mengembalikan disk atau partisi dengan menggunakan Image atau pilih Dari disk ke disk atau partisi untuk melakukan proses clone.



Pilih mode ini untuk menjalankan wizard, ada beberapa pilihan yang bisa Anda lakukan


Perangkat lunak ini akan menimpa data pada hard drive ketika Anda  melakukan kloning! 
hati-hati pada bagian ini jangan sampai salah melakukan kloning karena bisa berakibat fatal (kalau salah hardisk yang tadinya ada isinya malah jadi kosong)

Peringatan!
Pilih disk lokal sebagai target (SEMUA DATA PADA SELURUH HARDISK AKAN HILANG DAN DIGANTI!)
Waktu berikutnya Anda dapat menjalankan perintah ini secara langsung:
/ opt / drbl / sbin / OCS-onthefly-g auto-auto-e1 e2-j2-f-t sdb sda
Perintah ini juga disimpan sebagai nama file ini untuk kemudian digunakan jika diperlukan: / tmp/ocs-onthefly-2011-11-15-12-33
Tekan "Enter" untuk melanjutkan

Peringatan untuk melanjutkan 

Proses Kloning System dari hardisk  80 Gb pada partisi pertama ke hardisk 120 Gb

Proses Kloning Data dari hardisk  80 Gb pada partisi kedua ke hardisk 120 Gb

Proses Kloning System dari hardisk  80 Gb pada partisi ketiga ke hardisk 120 Gb


Proses kloning Hardisk hampir selesai, tunggu proses sincronizasi hinga selesai

Penggabungan Partisi
Sekarang saatnya menggunakan sisa hardisk yang masih kosong karena pada kasus ini saya melakukan kloning dari hard disk 80 GB ke 120 GB maka secara otomatis selisih kapasitas hard disk masih kosong dan unallocated (belum terpatisi), sebenarnya kita dapat membuat partisi secara langsung pada area tersebut, namun jika dipartisi langsung maka hasilnya akan menjadi Partisi Primary, tentu saja hal ini akan beresiko dikemudian hari karena management partisi yang kurang benar, dengan kata lain hasilnya akan menjadi Partsi Primary - Primary - Extended - Primary" seharusnya yang benar adalah Primary - Primary - Extended atau kalau ingin membuat tiga partisi primary urutannya berikut Primary - Primary - Primary - Extended.
Karena dalam kasus ini  untuk membuat 3 (tiga) partisi Primary dan satu partisi Extended cukup sulit dilakukan, maka saya menggabungkan sisa hardisk yang belum terpartisi tersebut kedalam partisi Extended yang sudah ada, maka saya melakukan langkah berikut:

Untuk dapat menggabungkan sisa kapasitas hard disk yang masih kosong ke partisi extended lakukan penghapusan swap terlebih dulu, jika pada saat akan menghapus partisi swap tidak berhasil matikan dulu partisi swap tersebut (klik kanan => swap off)


Gabungkan partisi extended  ke partisi yang belum terpakai


Buat Partisi swap lagi sebagai pengganti yang anda hapus tadi

Aktifkan kembali partisi Swap yang baru saja kita buat tadi (swap on)

Hasil Kloning hardisk 80 GB ke 120 GB setelah selesai di edit, dan sisa partisi bisa digunakan untuk install Distro lainya atau menyimpan data penting Anda

Demikian tutorial singkat yang dapat saya tulis kali ini, sampai jumpa pada tutorial lain dengan beda kasus, akhir kata selemat mencoba dan semoga tulisan ini bermanfaat.

Artikel Terkait
Partisi Hardisk berkapasitas besar dengan GPT

Postingan terkait:

16 Tanggapan untuk "Backup System Pakai Clonezilla"

  1. cara menyiapkan komputer B agar dapat bisa di cloning dari komputer A gimana mas,

    ReplyDelete
  2. saya mencoba kloning hardisk di virtual machine saya. Virtual machine pake fedora, namun saat saya coba, ada error gitu saat selesai cloning. Errornya cannot find the grub config file menu.lst or grub.conf in the system restore or cloned.
    Bisa bantu saya mas?
    Mohon bantuannya.
    Terima kasih banyak

    ReplyDelete
  3. @anonim yang disiapkan kabel UTP dan kepala RJ45 dibuat Cross

    ReplyDelete
  4. @keluarga_diah: saya belum pernah nyoba lewat Virtual, soalnya gak ada yang buat praktek

    ReplyDelete
  5. Kalau virtual machine sepertinya lebih baik pake sistem backup yg disediakan sistem yg bersangkutan aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. kalau virtual machine saya belum pernah mencoba

      Delete
  6. saya nyobain beberpa kali backup partisi-partisi di ubuntu dan berhasil
    tapi masalahnya, karena saya nyoba beberapa kali sehingga ada beberapa file image hasil backup
    nah pada saat saya ingin menghapus ternyata tidak bisa/gagal
    gimana solusinya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. waduh.... saya belum sempat nyoba yang begitu

      Delete
  7. Boleh juga tu.... but apa bisa buat dengan computer berbeda2 jadi konsep nya ialah recovery langsung bisa dapet computer name langsung untuk masing workstation mohon pencerahan suhu open source semua ...

    ReplyDelete
    Replies
    1. cara sederhananya di edit aja dengan cara manual nama user bersangkutan

      Delete
  8. kalo yang itukan cuma system bro ... nah kalo semua partisi gimana jadi C: , sama D: juga langsung di cloning ... kwildan250@gmail.com <=(kirim ke email ane yak ... di tunggu jawabnya soalnya ane masih bingung)

    ReplyDelete
    Replies
    1. dalam contoh tulisan ini juga semua di cloning, disitu saya jelaskan kalau hardisk 80 GB di cloning ke hardisk 120 GB, dan hasilnya sama berhubung hardisk tujuan lebih besar maka ada sisa hardisk yang otomatis tidak terpartisi, maka harus dipartisi dengan cara manual (sisa 40 GB)

      Delete
    2. maaf sebelumnya yang saya maksud kalau pada saat pilihan
      device - image sama device to device waktu saya coba saya pilihnya devide - image terus berhasil clonenya nah lalu saya ingin coba langsung ke 2pc tapi kenapa tidak bisa ya tolong penerangannya :D

      makasih infonya

      Delete
    3. kalau untuk kloning dalam jaringan gunakan Clonezilla SE, saya pernah melakukan kloning ke 12 komputer pada warnet milik teman sukses tanpa ada halangan yg berarti kecuali 1 komputer yang gagal itupun setelah di pelajari ternyata lan card pada komputer tersebut trouble

      Delete
  9. ijin copas utk dokumentasi pribadi om ?

    ReplyDelete

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.