Selasa, 20 Agustus 2013

Nasib Pemasaran Linux

Isi dalam tulisan ini tidak ada maksud untuk mengiklankan suatu produk atau merk tertentu walaupun secara jelas saya menulis nama Produk (merk) tertentu, dan perlu saya tegaskan bahwa saya tidak dapat bayaran sama sekali dari produk yang saya tulis (andai pemilik produk yang saya tulis kebetulan membacanya dan ingin memberi bayaran tentunya tidak akan saya tolak), semua yang saya tulis hanya sebagai pembanding saja dan berdasarkan kejadian yang saya alami, dan bilamana ada pihak tertentu yang secara tidak sengaja merasa dirugikan dengan tulisan ini maka saya mohon maaf.

Sebelum tahun 2000 sewaktu saya nganggur berat (emangnya angkat barang) dapat panggilan pekerjaan (tepatnya diajak kerja) oleh teman yang kerja di perusahaan Farmasi untuk memasarkan suatu produk baru, yaitu produk minuman dalam sachet, pada bingung kan mosok Perusahaan Farmasi membuat produk minuman mana dalam kemasan sachet lagi.

Sebenarnya produk tersebut kurang tepat jika disebut dalam kemasan sachet karena produk tersebut dikemas dalam kotak berisi 6 buah (sachet), biasanya produk sachet dibuat model rentengan contohnya shampo.

Minuman tersebut adalah minuman penambah energi atau energy drinks (saya belum tahu pasti apakah benar-benar penambah energi atau tidak) bernama Extra joss yang mana produk tersebut diproduksi oleh perusahaan Farmasi bernama Bintang Toedjoe (terus apa hubungannya dengan Linux)

Awalnya dalam masa uji-coba produk tersebut dipasarkan lewat jaringan Farmasi (apotik) yang sudah dimiliki Bintang Toedjoe namun hasil penjualanya kurang memuaskan atau dengan kata lain disebut gagal, dalam hal ini hanya orang-orang intern yang mengetahuinya karena langsung ditutup rapat-rapat.

Kemudian setelah dilakukan riset secara mendalam akhirnya diputuskan untuk memasarkan produk tersebut melalui jaringan kelas bawah atau dalam istilah bahasa marketing sering disebut low level.

Saat pertama produk tersebut dipasarkan secara langsung ke kalangan bawah menuai penolakan dimana-mana, padahal produk tersebut ditujukan untuk kalangan bawah, masih teringat dengan jelas waktu saya ikut memasarkannya, ada-ada saja alasan yang dipakai orang-orang untuk tidak mau menerimanya, misalnya ada yang bilang takut mabuk, takut keracunan (mendem), takut ada efek sampingnya, dll jika meminumnya. kalau dipikir memang aneh kok, mosok dengan modal dibawah 500 rupiah dapat mabuk :D (kalau tidak salah waktu itu satu pak berisi 6 sachet hargannya 1.300)

Jangankan disuruh beli, dikasih gratis saja pada gak mau, begitupun dengan warung-warung penjual rokok dan kebutuhan rumah tangga lainya jangankan disuruh beli (kulakan), dititipin untuk menjualkanya saja pada gak mau. 

Disisi lain banyak juga masyarakat yang meragukan khasiat dari produk tersebut, karena mana mungkin barang dengan harga sangat murah tersebut memiliki khasiat seperti produk lain yang harganya lebih tinggi, waktu itu minuman energi dalam kemasan botol kecil masih merajai, contohnya Sakagingseng dan Kratingdeng.

Seiring dengan edukasi dan pemasaran yang terus dilakukan secara berlanjut, tidak sampai satu tahun produk tersebut diterima oleh masyarakat luas, setelah Extra joss sukses dipasaran beberapa perusahaan kompetitor ikut-ikutan membuat produk serupa, misalnya PT. Sido Muncul  meluncurkan produk Kuku Bima, PT. Tempo Scan Pacific mengeluarkan produk Hemaviton Drink, dll. Bahkan dikemudian hari bukan hanya produk minuman energi saja yang dalam bentuk sachet marak dipasaran, produk minuman lainya juga membuat produk minum dalam kemasanan sachet dari rasa buah, rasa teh, rasa kopi dll.

Kejadian diatas sebenarnya hampir mirip yang dialami oleh GNU/Linux yang mana sampai sekarang masih mengalami banyak penolakan dimana-mana, dan sampai saat ini saya masih bermimpi bahwa GNU/Linux dapat mencapai Sukses seperti yang diraih oleh minuman energi seperti yang saya sebutkan diatas, dengan catatan kita harus melakukan edukasi dan pemasaran secara berlanjut (continue) yang lebih sopan, elegan dan semenarik mungkin.



#eh, saiki koq rasa extra joss ora enak koyo mbiyen maneh.

Tulisan ini terinpirasi waktu tadi dikasih minuman energi merk baru oleh salah satu customer saya yang jadi marketing salah satu produk minuman baru tersebut.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

UNTUK DAPAT MEMBERI KOMENTAR SILAKAN LOGIN DENGAN AKUN YANG ANDA MILIKI

silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.

Saran

Saran