Review Laptop DELL Inspiron N4030

Sudah beberapa kali Istana Media mereview Hardware yang support Linux, selama ini sebagian besar hardware yang kami review adalah motherboard karena barang tersebut memang paling banyak yang kami miliki, beberapa komentar di jejaring sosial banyak yang minta review Laptop maupun Netbook.
Maka dari itu kami berusaha memenuhi permintaan itu walau dengan keterbatasan Hardware yang kami miliki.

Uji Hardware kali ini kami lakukan pada Laptop keluaran DELL yang saat ini masih terbilang barang baru yaitu  Laptop DELL Inspiron N4030.

Laptop ini milik client yang kebetulan dipercayakan pada kami untuk diservice karena eror tepatnya hardisknya rusak, menurut keterangan pemiliknya, laptop ini sebelumnya pernah jatuh, saat kami nyalakan ternyata setiap masuk desktop selalu restart sendiri, kecurigaan kami laptop ini rusak hardisknya.
Ternyata perkiraan kami tersebut memang benar, hal ini terbukti saat kami berusaha menjalankannya BlankOn Linux lewat Live USB melalui media Flashdisk, setelah masuk desktop langsung muncul Notifikasi berupa peringatan untuk melakukan Backup data, saat kami klik notifikasi tersebut maka langsung memanggil aplikasi Disk Utility, kemudian dengan aplikasi tersebut kami lakukan pengecekan Hardisk, dan ternyata memang benar, hardisk tersebut sudah banyak mengalami Badsector seperti terlihat pada gambar dibawah ini

Karena kami masih penasaran apakah Hardisk tersebut memang benar-benar sudah tidak dapat dipakai  lagi maka kami mencobanya memasang (install) Distro Linux pada salah satu partisi, hal ini kami lakukan untuk memastikan bahwa hardisk tersebut apakah masih bisa dipakai atau tidak, karena dari beberapa kasus yang ada hardisk masih dapat diinstall Linux dengan memilih salah satu partisi yang masih sehat, namun hasilnya  gagal karena hardisk tersebut memang benar-benar sudah rusak parah

Maka satu-satunya cara agar Laptop ini dapat digunakan secara normal harus ganti hardisk, Hardisk pada Laptop seri ini letakknya sedikit berbeda dari laptop pada umumnya yang terletak dibelakang bagian tengah, sedangkan pada laptop seri ini hardisk terletak disamping.

Setelah hardisk diganti maka kami lakukan pemasang BlankOn Linux, sebelum melakukan pemasangan lagi-lagi kami menjalankan dulu BlankOn linux secara Live untuk mengecek apakah semua Hardware sudah kompatibel dengan GNU/Linux atau belum, salah satunya dengan melihat list hardware pada laptop melalui terminal dengan perintah lspci, sebenar kalau ingin lebih lengkap lagi pakai perintah lshw namun karena fitur untuk mengecek list hardware pada BlankOn Linux lupa tidak disertakan secara default oleh tim pemaket maka tidak bisa menggunakan perintah ini.
Dibawah ini gambar tangkapan layar pada saat melakukan pengecekan dengan perintah lspci

Singkat cerita Laptop DELL Inspiron N4030 berhasil di.blankon.in dengan sukses setelah hardisknya diganti.
Secara garis besar Laptop seri ini memang Kompatibel dengan GNU/Linux, hal ini dapat kami simpulkan karena semua driver untuk hardware yang terpasang dapat berjalan dengan baik. Saat kami gunakan untuk menjalankan beberapa aplikasi grafis secara bersamaan (GIMP, Inkscape, Blender) berjalan lancar, begitupun saat digunakan untuk memutar film suara dan gambarnya juga cukup memuaskan

Salah satu kekurangan dari laptop seri ini adalah terletak pada tulisan di keyboard terutama fungsi untuk mengatur peripheral, misalnya tombol F1, F2, F3, dan seterusnya yang kurang terlihat atau terlalu gelap.


 Demikian Review Hardware yang dapat kami sampaikan kali ini, secara garis besar Laptop seri ini cukup kompatibel dengan GNU/Linux.

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Review Laptop DELL Inspiron N4030"

  1. power tidak tahan lama baru hitungan detik mati, kejadian berulang kenapa gan? mohon bantu

    ReplyDelete
    Replies
    1. Coba cek kipas prosesor, biasanya ada banyak debu sehingga kipas prosesor tidak bisa berputar sedangkan suhu prosesor panas maka laptop akan me-restart sendiri secara berulang.

      Delete

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.