Penulis Yang Egois


Belakangan ini saya memang sedang sering berinteraksi dengan orang-orang yang bergerak di bidang Keperpustakaan atau Literasi.

Dari obrolan dengan beberapa penulis buku dalam kegiatan tersebut, saya mendapatkan fakta bahwa kebanyakan penulis tersebutnya ketika mengawali jadi penulis menggunakan aplikasi yang tidak legal.
Sebagian dari mereka sadar bahwa aplikasi yang dia gunakan untuk menulis itu ilegal.

Sebagian lagi tidak mengetahuinya sama sekali karena ketika membeli komputer/laptop aplikasi tersebut sudah terpasang.
Saat sudah menjadi penulis terkenal, sebagian sudah menggunakan aplikasi yang legal dengan membelinya.

Sebagian lagi tetap menggunakan aplikasi yang ilegal walau sudah mampu membelinya dari hasil menulis buku. Dia pun tahu dan sadar kalau yang dia lakukan tidak benar.

Ada juga yang walau sudah menerbitkan puluhan judul buku tapi tetap tidak tahu kalau aplikasi yang dia gunakan untuk menulis itu ilegal.

Padahal di semua buku yang dia tulis, kemudian diterbitkan selalu tertulis kalimat kurang lebih seperti ini  
Hak Cipta dilindungi undang-undang. Dilarang memperbanyak atau memindahkan sebagian atau seluruh isi buku ini dalam bentuk apapun, baik secara elektronis maupun mekanis, termasuk memfotokopi, merekam atau dengan sistem penyimpanan lainnya tanpa izin tertulis dari penulis.


Dia sendiri ketika menulis buku sudah melanggar hak cipta, atau menggunakan aplikasi hasil penggandaan tanpa seijin pembuatnya, lha buku yang dia tulis kok tidak boleh digandakan!
Menurut saya ini namanya penulis yang egois dan dzalim.

Pesan saya, daripada menulis dengan aplikasi ilegal karena memang belum mampu beli, lebih baik pakai aplikasi yang walau gratis tapi legal.


Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Penulis Yang Egois"

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.