Safari Gerakan Gemar Membaca 2019

Tanggal 26 Maret 2019, penulis dapat undangan untuk mengikuti acara Safari Gerakan Nasional Pembudayaan Kegemaran Membaca Di Provinsi Dan Kabupaten/Kota Tahun 2019, karena judulnya ditulis lengkap terlalu panjang, penulis singkat saja judulnya menjadi Safari Gerakan Gemar Membaca.


Ini adalah lanjutan dari acara Kunjungan Komisi X DPRRI ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Semarang sebelumnya yang telah dilaksanakan pada tanggal 8 Maret 2019.
Salah satu foto penulis dengan anggota Komisi X DPRRI

Jika pada acara kunjungan Komisi X DPRRI yang lalu banyak membahas mengenai Perkembangan dan kegiatan perpustakaan di Kabupaten Semarang, maka pada acara kali ini lebih banyak membahas perkembangan Perpustakaan Nasional secara menyeluruh.

Dalam acara ini dihadiri oleh beberapa narasumber, yaitu dari anggota Komisi X DPRRI yang diwakili oleh ibu Yayuk Basuki, Perwakilan Perpustakaan Nasional, Perpustakaan Provinsi Jawa Tengah, dan tentu saja Perwakilan Perpustakaan Kabupaten Semarang, juga dihadiri oleh beberapa penulis buku.



Penulis tidak hafal nama-nama narasumber yang hadir, hanya dua orang yang penulis hafal, yaitu ibu Yayuk Basuki yang merupakan pensiunan Atlit Tenis Nasional dan ibu Dewi penulis buku berjudul Anak Kost Dodol, dan tentu saja penulis buku Menulis Buku dengan LibreOffice yang juga hadir dalam acara ini.


Nama-nama narasumber kalau sempat nanti penulis update dari hasil rekaman dalam bentuk suara yang sengaja penulis rekam, (saat ini penulis sedang malas mendengarkan ulang karena cukup panjang yaitu hampir 4 jam)


Dalam acara ini dihadiri oleh kurang lebih 200 orang, yang terdiri dari para pustakawan, penggerak literasi, pelajar, dan masyarakat umum.



Selanjutnya biarlah foto-foto di bawah ini yang menjelaskan, karena nanti juga akan muncul liputan resminya dari situs go.id 








Di bawah ini adalah salah satu Video yang sempat penulis rekam dalam acara tersebut

Demikian Liputan singkat Safari Gerakan Gemar Membaca 2019, sampai jumpa dengan liputan lainnya,
-
Catatan:
  • Lagi-lagi dalam acara ini kami tidak bisa menggunakan simbol huruf L menggunakan tangan sebagai simbol Literasi, alasannya karena bisa membuat gaduh masyarakat, padahal kami sudah lama menggunakan simbol tersebut, tapi biarlah yang waras yang mengalah, toh tidak lama lagi kami bisa menggunakannya kembali.

Postingan terkait:

Belum ada tanggapan untuk "Safari Gerakan Gemar Membaca 2019"

Post a comment

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.