Kisah HP jadul saya dengan Kantor Polisi


Beberapa hari yang lalu HP kesayanganku telah resmi tidak bisa menyala lagi, berbagai cara sudah saya lakukan agar HP tersebut tetap bisa menemani saya lagi, dari nyewa Blower, ganti Battery yang nyarinya sudah susah, dan lain-lain.

Mungkin teman-teman menganggap Lebay tulisan saya ini atau bertanya seberapa Istimewanya alat kominkasi tersebut?
Sebenarnya tidak ada yang istimewa dari HP tersebut buat orang lain dan tentu saja tidak bisa dibandingkan dengan Gadget yang ada dipasaran sekarang ini. Tapi bagi saya HP tersebut sudah sangat berjasa sekali untuk saya dan tentunya menyimpan memori yang tidak akan tergantikan dengan Gadget yang banyak dipasaran saat ini..

Oke, dibawah ini saya ceritakan secara singkat Sejarahnya (eh cerita ding) saya bisa mendapatkan HP tersebut:
Pagi itu tanggal 1 Januari 20** (maaf saya juga lupa tahunnya) saya sedang iseng-iseng bersihin toko (tepatnya kios) karena memang tidak ada kegiatan hari itu, sebenarnya masih ngantuk sih karena semalam hanya tidur sebentar karena ikut keliling-keliling menyambut Tahun baru, setelah acara bersih-bersih saya menyalakan salah satu Komputer yang ada, biasalah main game Tetris dan mahjong hahahaha.... 

Tidak beberapa lama datang dua orang yang mengendari mobil masuk toko (yang masuk toko orangnya bukan mobilnya) beliau meminta tolong pada saya jika ada tugas kantor yang harus diselesaikan hari itu juga, sedangkan staff kantor yang biasanya megang (mengoperasikan) komputer sedang libur, dan beliau minta saya untuk menggantikan staff yang libur tadi sehari saja.

Sebelumnya saya juga curiga mosok hari libur nasional kantor gak tutup, karena terus didesak dan beliau bilang minta berapa pun ongkosnya akan dibayar, lalu saya bertanya data apa yang harus saya ketik nanti, beliau menjawab cuma mengetik data nama-nama Customer kantor tersebut sekitar 60 lembar dengan nama berbeda. Oke, kalau mau bayar 10.000 per lembarnya saya sanggup, padahal biasanya untuk jasa pengetikan waktu itu umumnya cuma 2000 saja itu pun sudah termasuk ngeprint, tidak disangka permintaan saya disanggupi.

Setelah semua perjanjian disepakati, kami pun berangkat ke kantor milik bapak tadi dengan menaiki mobil, saking nyamannya mobil itu saya tertidur dalam perjalanan (biasalah jarang naik mobil mewah, biasanya kan naik angkot sama bis kelas ekonomi) atau karena ngantuk semalam kurang tidur, beberapa saat saya tertidur dengan pulas dan sedikit mimpi indah (tidak aku ceritakan karena tidak penting) saya pun dibangunkan karena sudah sampai ditujuan, oh..... tidak.....!!, ada apa ini?

Ternyata saya dibawa ke kantor Polisi yang ada dikota tersebut, ada apakah ini?.

Kalau tahu begitu kejadiannya pasti saya tolak. Sayapun diajak masuk kantor Pol*** tersebut, ternyata teman saya yang kebetulan dinas di kantor tersebut sudah menunggu, dia (aku malas kalau harus menulis kata beliau untuknya) bilang kalau dia yang jemput pasti saya tolak, karena sudah beberapa kali minta tolong pada saya selalu saja saya tolak, alasannya adalah kantor tersebut pernah me-razia warnet temen saya yang memakai Software Bajakan, padahal di kantor tersebut sebagian besar juga masih memakai software bajakan, termasuk toko saya pernah di razia juga tapi untungnya saya pakai linux cerita mengenai toko saya kena razia silakan baca artikel berjudul Aparat itu akhirnya menyerah pada Komputer Prihatin saya, pokoknya istilah Guru kencing berdiri, murid kencing berlari cocok deh untuk kantor tersebut.


Saya ringkas saja tulisan ini, karena pegel ngetiknya pakai Netbook customer yang keyboardnya terlalu rapat untuk jari saya.

Ceritanya tadi malam (malam tahun baru hari tersebut) ada Razia di beberapa Hotel yang sering dipakai untuk mesum pasangan tidak resmi, dari razia tersebut terjaring kurang lebih 60 pasangan selingkuhan tidak resmi (yang namanya selingkuh mana ada yang resmi), menurut kerangan temen saya yang bertugas disitu ada beberapa pejabat penting yang ikut terjaring razia ini.

Tugas saya adalah menanyai dan mendata orang-orang kurang kerjaan tersebut, disini kejadian seru dimulai, saya disuruh pura-pura galak dan membentak-bentak para pasangan selingkuh tersebut, oke kalau masalah ini saya sanggup, kapan lagi bisa membentak-bentak pejabat kalau tidak sekarang, lagian saya juga sudah hapal prosedur interogasi standard yang ada karena saya beberapa bulan pernah menghuni kantor tersebut (gak maling sandal lho).

Pertama masuk ke ruangan seorang Pria yang kira-kira berumur 25 tahun bersama wanita selingkuhannya.
Nama?
Dia jawab bla.... bla.... bla...
sebelum saya tanya lagi ke pertanyan berikutnya, si wanita pasangan pria tersebut malah tanya “bapak rokoknya apa”? Saya jawab tidak merokok, sok tidak mau disogok, kalau begitu saya pesankan susu saja ya pak lanjut wanita tersebut, “tidak jawab saya sok tegas
sesi interogasi dilanjutkan sampai selesai dengan sukses saya berhasil membentak-bentak dua orang kurang bermoral tersebut.

Masuk orang kedua, dari wajahnya kelihatannya ini orang intelek umur sekitar 30 tahun, kelihatannya dia pejabat, saya bisa membedakan pejabat dan bukan karena pernah magang disalah satu media, jadi sedikit pahamlah.
Nama?
Dia jawab bla.... bla.... bla...
waktu saya tanyakan mana KTP-nya, dia enggan untuk memberikannya, kumat deh iseng saya, kalau tidak mau ngasih KTPnya silakan keluar dan antri lagi paling belakang dan kasus Anda mungkin akan di Blowup oleh Wartawan media cetak, dan memang di Luar sudah banyak Wartawan media cetak ataupun dari stasiun TV (tapi tidak ada yang dari stasiun kereta) pura-pura mengambil gambar, padahal handycame-nya saja gak nyala, biasalah ulah wartawan memang begitu, tapi kadang dengan hadirnya wartawan yang lebay ini bisa mempercepat jalannya interogasi.
Akhirnya bapak tadi mau menyerahkan KTPnya, setelah saya lihat ternyata nama yang disebutkan tadi beda dengan nama di KTPnya. Untung waktu itu sudah makai komputer, kalau masih pakai mesin ketik manual bisa ngulang lagi nich batin saya.

Hasil interogasi dari beberapa pasangan selingkuh diatas banyak sekali yang pintar akting, ada yang pura-pura sok ramah mau beliin ini-itu, ada yang menangis, ada yang menunduk saja, ada yang pura-pura pingsan, dan lain-lain. Pokoknya kalah deh bintang sinetron di TV jika dibandingkan mereka.

Dari 60an pasangan selingkuh tersebut ternyata terdiri dari beberapa kalangan, ada pejabat, pelajar, mahasiswa, karyawan swasta, sopir angkutan, dll. Alasnnya pun bermacam-macam, ada pejabat yang selingkuh karena sedang ribut dengan mertua, ada yang selingkuh karena balas dendam pada suami yang sebelumnya selingkuh duluan, ada yang selingkuh karena ingin merasakan hal yang berbeda-beda, dll.

Akhirnya selesai sudah tugas pura-pura jadi aparat yang sok berwibawa hari itu, saya pun diatar pulang tentu saja dengan membawa hasil yang lumayanlah pada waktu itu, tapi saya jadi berfikir uang ini halal apa haram ya?

Karena malam sebelumnya kurang tidur saya pun berniat untuk segera memejamkan mata, tapi koq malam ini saya gak bisa tidur-tidur masih memikirkan kejadian tadi, biasanya kalau saya dapat uang yang lumayan dari hasil penjualam di toko bisa segera tidur dengan pulas, lha ini malah gak bisa tidur.

Akhirnya pagi haripun datang dengan hanya tidur beberapa jam, rencana hari itu adalah beli HP karena memang saya sudah membutuhkan dan tentunya sedang punya uang, setelah keliling beberapa Counter HP di kota tersebut, setelah tawar-menawar ala tukang sayur, akhirnya saya mendapatkan barang yang di cari dengan harga 300.000, tadinya sih sudah saya tawar sampai harga 275.000 dan sama penjual sudah deal, tapi tetap saja saya bayar 300.000 sekali-kali berbagi kan tidak apa-apa mumpung ada duwit lumayan. Sebenarnya sudah lama saya pengen memiliki HP, tapi karena belum begitu butuh, alasannya di toko sudah terpasang telephone rumah.


Alhamdulillah akhirnya saya mampu membeli HP untuk pertama kalinya, dengan uang hasil jerih payah sendiri yaitu membentak-bentak orang lain, karena dalam hati masih ragu-ragu uang itu halal atau haram, sisa uang (300.000) saya sumbangkan ke salah satu yayasan yang dikelola oleh teman. 

Itulah sejarah singkat HP pertama saya, dari kejadian diatas Anda bisa menyimpulkan bahwa sesuatu hal yang mustahil bisa saja terjadi sewaktu-waktu tanpa kita perkirakan sebelumnya, sebenarnya tidak ada yang istimewa dari HP saya tersebut kecuali cerita seru untuk mendapatkannya. pesan saya jangan sekali-kali melakukan selingkuh karena selain berdosa juga bisa membahayakan diri Anda sendiri, keluarga dan orang lain (hahahaha….. sok menasehati)

Mengenai tahun beberapa kejadian diatas sengaja tidak saya cantumkan karena saya beranggapan tidaklah penting, silakan teman-teman tebak sendiri tahun berapa kejadiannya, begitupun nama-nama pelaku dan Kantor Polisi tersebut tidak ada yang saya cantumkan demi manjaga privasi mereka.

Lain waktu akan saya lengkapi tulisan saya mengenai HP jadul saya dengan tentunya cerita-cerita seru yang lain.

-
-
-

Postingan terkait:

11 Tanggapan untuk "Kisah HP jadul saya dengan Kantor Polisi"

  1. kalau saya helm mas. meski sekarang banyak helm bagus dan bisa membelinya, tp saya masih pakai helm bersejarah sy seharga 60 rb waktu gembar gembor helm standar dan ¨ciduk¨ sdh tidak boleh digunakan lg dulu. hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. @anonim: bagus tuh sejarah helmnya di tulis

      Delete
  2. Pantes,, HPnya anti selingkuh

    ReplyDelete
    Replies
    1. hahahaha.... soalnya HP hasil selingkuhan (orang yang selingkuh)

      Delete
  3. :D :D :D :D :D >>>sambil-guling-guling..............

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah.... orang lain sedih malah, guling-guling
      hahahahaha.... XD

      salam

      Delete
  4. Wah....menarik sekali ceritanya...dari masalah sweeping software sampai dapat handphone dari hasil keisengan aparat yg memilih sampeyan jadi aparat gadungan...hahaha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Masih ada cerita menarik lainnya yang ada hubungannya dengan pihak berwajib, lain kali saya tulis deh

      Delete
  5. wak.. wak.. wak..
    ane ga habis pikir pak..
    bagaimana bisa polisi minta bapak jadi aparat gadungan? =))
    wah.. kayaknya dari segi tampang dan postur barangkali emang mendukung untuk jadi aparat gadungan.. wakwakwakwak..
    :peace:

    ReplyDelete
    Replies
    1. Namanya juga rejeki, kalau datang gak bisa ditolak, tapi kalau belum rejeki dicari susah payah juga gak dapat-dapat :D

      Delete
  6. kalo sekarang hp seharga itu udah bisa beli hp smarblek layar jejek pakde wahaha

    ReplyDelete

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.