Uji Installer BlankOn X Tambora Dengan Table Partisi GPT (skenario 1)

Sudah bukan rahasia lagi jika BlankOn Linux sudah membuat installer sendiri termasuk management partisi yang dinamakan PartoEdi, installer tersebut akan digunakan secara default pada disrtro BlankOn versi X (sepuluh) dan untuk versi selanjutnya (jika distro blankon masih dilanjut).

Tulisan saya kali ini merupakan test installer yang saya lakukan pada komputer dan hard disk dengan Tabel Partisi GPT (GPT Partition Table), apakah Installer dan PartoEdi sudah mendukung jenis tabel partisi GPT atau belum. Pengujian yang saya lakukan terdiri dari 4 (empat) skenario berbeda namun dengan hardware yang sama, hal ini dilakukan untuk melihat hasil yang maksimal dan terbaik.

Berikut Hardware yang saya gunakan

  • Motherboard Asus P5KPL-AM SE
  • Processor: Core 2 Duo E7500
  • RAM Memori: DDR2 2 GB (platinum PC 6400)
  • Hard Disk : 500 GB (Seagate - SATA)
  • dan beberapa peralatan standard lainnya


          Sedangkan versi BlankOn yang digunakan adalah jahitan harian 05062015 hasil download yang dilakukan pak Ainul Hakim di IKITAS, sedangkan media untuk install menggunakan Flashdisk Kingstone 8 GB dengan aplikasi Unetbootin untuk membuat bootable-nya.

          Singkat cerita BlankOn X Tambora sudah berhasil booting pada komputer saya, sesaat setelah booting langsung muncul tulisan yang banyak khas booting GNU/Linux jaman dahulu, hal ini memang patut kita maklumi karena yang dicoba kali ini adalah masih versi pengembangan.


          Setelah melewati beberapa tulisan panjang yang saya tidak mengerti artinya sampailah ke mode pelimilhan antara Live dan Install, saya pun memilih live untuk mengecek OS dan partisi pada hard disk yang digunakan. Di bawah ini adalah tampilan partisi pada hard disk dilihat lewat GParted sebelum hard disk tersebut saya siksa

          Dikarenakan saya sengaja akan mengetest Installer apakah bisa membuat Tabel Patisi GPT secara langsung atau tidak maka saya biarkan saja susunan partisi tersebut.
          Saya tutup GParted, kemudian saya klik System Tool => Install BlankOn, maka secara otomatis tampilan layar kembali ke mode pemilihan Live dan Install, saya pilih Install BlankOn untuk mulai melakukan proses Install. 

          Singkat cerita setelah melalui beberapa tahap akhirnya sampai pada mode pembuatan dan pemilihan partisi yang dapat ditangani oleh yang namanya PartoEdi, partisi dan struktur hardi disk terlihat sama dengan waktu dilihat menggunakan GParted pada sesi live


          Di mode ini saya hapus semua partisi pada hard disk, kemudian saya akan membuat partisi baru dengan Tabel Partisi GPT menggunakan PartoEdi, ternyata saya harus sedikit kecewa karena PartoEdi belum menyediakan fitur untuk membuat Tabel Partisi GPT.  

          Dikarenakan PartoEdi belum bisa membuat Tabel Partisi GPT secara manual maka komputer saya matikan dengan paksa, saya nyalakan lagi dan seperti sebelumnya saya masuk sesi Live.

          Pada saat sesi live inilah saya mulai membuat Tabel Partisi GPT menggunakan GParted, saya klik Device => Create Partition Table => gpt 


          Setelah Tabel Partisi jenis GPT selesai dibuat maka saya mulai membuat pembagian partisi pada hard disk, partisi 1 (sda1) menggunakan ext4, partisi 2 (sda2) swap, partisi 3 (sda3) NTFS, partisi 4 (sda4) ext3 yang rencananya untuk Home, sisanya sengaja saya biarkan kosong.

          Proses pembuatan partisi pun selesai, saya tutup GParted, klik System Tool => Install BlankOn, maka secara otomatis tampilan layar kembali ke mode pemilihan Live dan Install, saya pilih Install BlankOn untuk mulai melakukan proses Install.

          Pada sesi pemilihan dan pembuatan partisi saya memilih bagian hard disk yang belum dipartisi sebelum (unalocated), kemudian saya klik create untuk membuat partisi baru secara manual dengan harapan jika menggunakan metode ini akan berhasil, dan lagi-lagi hamzooooooong saudara-saudara.


          Singkat cerita saya install BlankOn X Tambora versi jahitan 05062015 dengan pengaturan seperti rencana semua, sda1: root, sda2: swap, sda4: NTFS, sda4: home, sedangkan sisa hardisk yang belum dipartisi terpaksa saya biarkan kosong.

          Proses install akhirnya selesai, saya pilih reboot, lakukan setting BIOS dengan prioritas hard disk di urutan booting pertama.

          Akhirnya...... inilah desktop BlankOn X Tambora dengan Tabel Partisi GPT, saya coba beberapa aplikasi standard, contohnya Inkscape, GIMP, LibreOffice, Pacman, Audacious, ternyata disini lagi-lagi saya sedikit kecewa pada saat mau menutup Audacious dengan melakukan klik tombol silang ternyata tidak ada efeknya (iki mesti dikerjani pak Azis :D)


          Terakhir sebelum hard disk pada komputer ini mengalami penyiksaan berikutnya saya cek semua partisi apakah baik-baik saja, Anda bisa melihatnya sendiri seperti gambar di bawah ini


          Demikian laporan Uji Installer BlankOn X Tambora Dengan Table Partisi GPT (skenario 1) yang saya lakukan hari ini, sampai jumpa pada skenario kedua (proses penulisan)

          Catatan:
          -

          Postingan terkait:

          1 Tanggapan untuk "Uji Installer BlankOn X Tambora Dengan Table Partisi GPT (skenario 1)"

          1. Terima kasih pak, saya mau coba skenarionya soalnya dari sebulan lalu kalo install blankon atau pclinuxos gagal terus setiap setelah install lalu booting langsung masuk terus ke bios, apa mungkin karena gpt ya?
            Padahal clean install, tapi kalo ubuntu dan elemntaryos lancar

            ReplyDelete

          Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.