Biostar P4M890-M7 Support Linux

Artikel ini berisi uji-coba hardware yang kami lakukan apakah benar-benar sudah support terhadap GNU/Linux sehingga berhak masuk kedalam list blog rintisan Uji Hardware pada Linux.


Uji Hardware Istana Media kali ini masih menggunakan motherboard yang terbilang barang lama yaitu Biostar P4M890-M7. Motherboard seri ini milik client kami yang digunakan pada salah satu komputer kasir minimarket. 


Komputer tersebut dibeli pada tahun 2010, bulannya kami tidak hapal, sudah menjadi hukum alam jika benda buatan manusia tidak ada yang sempurna dan abadi, begitupun dengan komputer yang menggunakan motherboard seri ini akhirnya mati secara mendadak.

.
Singkat cerita komputer yang menggunakan motherboard Biostar P4M890-M7 dibawa ke kios oleh salah seorang karyawan mini market, setelah kami bongkar ternyata ada dua kapasitor (elcho) yang sudah rusak dikarenakan thermal (pasta) pada processor kering sehingga suhu motherboard kelewat panas

2 Kapasitor pada motherboard rusak 
Dikarenakan kami selalu ingin memberikan solusi yang cukup murah ke client kami, maka Motherboard tersebut kami usahakaan untuk diservice. Sebenarnya bisa saja kami menyarankan pada client untuk langsung mengganti dengan motherboard yang baru, namun masalahnya motherboard sejenis sudah tidak produksi lagi dikarenakan masih menggunakan RAM DDR2, pertimbangan lainnya adalah jika ganti baru secara otomatis sedikit banyaknya kami harus melakukan konfigurasi ulang pada minimarket tersebut, walaupun client pemilik komputer tersebut menggunakan OS GNU/Linux.

Singkat cerita akhirnya solusinya adalah kapasitor yang rusak diganti dengan mengambil kapasitor pada motherboard lain yang sejenis dan identik. Di bawah ini adalah gambar motherboard yang kapasitornya sudah diganti, memang warnanya terlihat berbeda, tapi tidak mengapa yang penting normal.
Salah seorang teman yang pekerjaannya tukanng buat plat nomor kendaraan pernah bilang jika pengen sama warnanya ya dipilox saja 

Kapasitor sudah diganti

Uji Hardware
Untuk memastikan apakah motherboard tersebut sudah benar-benar normal maka kami melakukan ujicoba, untuk uji-coba maka dipasanglah Hardisk dengan kapasitas 160 GB merk WD yang masih kosong, karena jika menggunakan hardsik bawaan komputer tersebut terlalu beresiko

Motherboard dan Hardisk untuk uji coba 
Motherboard yang belum dipasang pada cassing kami nyalakan, pertama yang dilakukan adalah melakukan pengaturan ulang pada BIOS, hal ini dilakukan karena pada saat motherboard diservice battery CMOS kami lepas agar tidak terjadi korsleting saat dikerjakan.



Berikut urutan setting BIOS yang dilakukan; melakukan pengaturan jam dan tanggal, kemudian dilanjut dengan penyetingan Booting, hal ini dilakukan agar komputer dapat booting melalui Flashdisk, maka yang perlu dipilih adalah menu Advanced BIOS Features, setelah itu tekan Enter maka tampil submenu Hardisk Disk Boot Priority.


Tekan Enter lagi, lakukan pengaturan booting dengan memilih salah satu device yang tampil, secara garis besar caranya seperti pada artikel dengan judul Agar Motherboard dengan BIOS Phoenix dapat booting lewat USB


Jika semua pengaturan pada BIOS selesai maka saatnya uji-coba menggunakan OS GNU/Linux, dalam hal ini menggunkan BlankOn 8 Rote. Dikarenakan hardisk untuk uji-coba dalam keadaan kosong dan belum terpartisi maka pilihan yang tepat adalah masuk terlebih dulu ke mode Live USB. Pada saat mode live itulah dilakukan proses partisi pada hardisk sesuai kebutuhan, kemudian dilanjutkan proses install BlankOn 8 Rote seperti biasanya.


Setelah BlankOn 8 Rote terinstall dengan baik pada motherboard tersebut maka kami adakan uji-coba, saat diuji-coba semua berjalan lancar tanpa banyak mengalami masalah yang berarti. Untuk aplikasi desain grafis berjalan lancar, adapun aplikasi yang sempat dicoba adalah; GIMP, Inkscape, Scribus, dan Blender. Begitupun dengan aplikasi perkantoran semua berjalan lancar.
Untuk memutar lagu menggunakan Audacious juga lancar, suara dari soundcard bawaan lumayan enak dan dapat digunakan secara maksimal.

Salah satu kekurangannya adalah saat digunakan untuk memutar Video jenis HD sering putus-putus (ngelag) kadang malah Logout (keluar) sendiri terutama saat film dipercepat ke bagian tertentu. Hal ini sebenarnya dapat dimaklumi karena motherboard seri ini menggunakan Chipset VGA VIA/S3G UniChrome Pro IGP 64 MB.
Solusi untuk mengatasi hal ini adalah dengan menambahkan VGA PCI  Express X16 minimal 256 MB, hal ini berdasarkan kesimpulan dari uji-coba yang kami lakukan..


Demikian Review Motherboard  Biostar P4M890-M7 berdasarkan uji-coba yang kami lakukan, sebenarnya kami juga ingin mereview hardware yang lebih baru lagi, namun berhubung saat ini kami tidak memiliki barangnya mohon dimaklumi saja, dan semoga saja kami segera memiliki dana yang lumayan agar dapat membeli hardware yang lebih baru.

Postingan terkait:

2 Tanggapan untuk "Biostar P4M890-M7 Support Linux"

Silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.