Jumat, 14 September 2012

Mengapa komputer saya tidak bisa dibuat Dualboot

Pada Tulisan saya beberapa hari yang lalu dengan judul “Persiapan Partisi Sebelum Melakukan Pemasangan Rote” saya menjelaskan cara pembagian Partisi untuk install dualboot, maka dalam tulisan ini saya akan berusaha membuat tulisan sederhana berdasarkan studi kasus yang pernah dialami oleh teman saya.

Kasus 1
Kemarin saya ngobrol lewat Jejaring Sosial Facebook dengan teman, di bilang jika komputernya  waktu di install Windows tidak berhasil, sedangkan jika di Install Linux sukses.


Kasus 2
Kebetulan tadi saya baca komentar pada Blog, isi dari komentar tersebut yang intinya teman saya tersebut (orangnya sih pakai akun Anonim tapi saya sebut aja teman) bahwa waktu dia melakukan installasi Linux di selalu gagal.


Dari kedua kasus tersebut dapat kita simpulkan jika mereka berdua komputernya tidak bisa dipasang dua Sistem Operasi dalam 1 Komputer, lalu dimana letak kesalahannya?

Biasanya kalau ada yang bertanya begitu, maka teman-teman di millis, forum, ataupun group media jejaring akan menjawabnya beragam, kadang hanya kesimpulan yang ngawur misalnya, ah.... itu CD-nya sudah banyak tandatangannya, ada juga yang bilang ISO-nya corupt waktu di download, ada juga yang bilang kalau Drive Opticnya sudah jelek bacanya (padahal di install pakai Flashdisk), ada yang bilang ramnya harus diganti, ada yang bilang VGAnya gak support, dan masih banyak jawaban lainnya (maaf, teman-teman saya tidak ada niat untuk menjelekkan Anda sekalian) :D

Oke saya akan berusaha mengupas berdasarkan studi kasus seperti komentar diatas (kalau ada yang salah mohon di koreksi dengan langsung komentar dibawah) dari kasus diatas saya mengambil kesimpulan jika tidak ada masalah pada hardware yang ada kecuali hardisknya Bad Sector.

Agar lebih yakin saya baru saja melakukan uji Forensik (sok pakai bahasa intelek aja) pada beberpa hardisk yang kebetulan saya miliki.

Studi Kasus 1
Pertama saya pasang hardisk 120 GB seperti gambar dibawah ini, saya jalankan Live USB Rote kemudian saya partisi menjadi beberapa bagian seperti gambar dibawah





























Setelah selesai saya restart komputer kemudian saya pasang Drive Optic (DVD-RW) masih baru, setelah itu saya Install Windows 7 pada partisi C (22 GB) pada awalnya tidak terjadi masalah yang berarti namun pada saat proses install terjadi galat seperti gambar dibawah ini


Dari peringatan yang tampil terdapat peringatan jika DVD Master yang dipakai corupt atau rusak, komputer pun saya restart paksa dan saya jalankan kembali LiveUSB BlankOn 8 Rote, saya jalankan kembali Disk Utility, kemudian saya lakukan langkah untuk mengecek partisi yang tadi gagal di Install Windows 7, saya klik partisi awal (22 GB) ->SMART DATA tidak beberapa lama keluar tampilan seperti dibawah ini

Dari gambar tersebut dapat kita simpulkan bahwa terdapat 3 Bad Sector pada hardisk yang terpasang pada komputer tersebut makanya waktu di install Windows7 tidak berhasil, namun jika kita install Linux (pada partisi lain berhasil) Kasus 1 sudah tahu permasalahannya.

Studi Kasus 2
Saya pasang hardisk 80 GB seperti gambar dibawah ini, saya jalankan Live USB Rote kemudian saya partisi menjadi beberapa bagian seperti gambar dibawah



























Setelah selesai saya restart komputer kemudian saya Install BlankOn 7 Pattimura (versi sajadah) pada partisi paling akhir (23 GB) pada awalnya tidak terjadi masalah yang berarti namun pada saat proses install hampir selesai terjadi galat seperti gambar dibawah ini

Dari peringatan yang tampil terdapat peringatan jika penggerak DVD rusak atau hardisk rusak, atau Keping CD/DVD kotor (padahal saya installnya pakai Flashdisk), komputer pun saya restar paksa dan saya jalankan kembali LiveUSB BlankOn 8 Rote, saya jalankan kembali Disk Utility, kemudian saya lakukan langkah untuk mengecek partisi yang tadi gagal di Install BlankOn 7 Sajadah tadi, saya klik partisi akhir (23 GB) ->SMART DATA tidak beberapa lama keluar tampilan seperti dibawah ini

Dari gambar tersebut dapat kita simpulkan bahwa terdapat 1 Bad Sector pada hardisk yang terpasang tersebut, makanya waktu di install BlankOn 7 Sajadah tidak berhasil, namun jika kita install Windows (pada partisi awal) akan berhasil Kasus 2 sudah tahu permasalahannya.

Masih kurang yakin?

Agar uji-coba yang dilakukan lebih meyakinkan saya pasang Hardisk 250 GB (hardisk baru) kemudian saya partisi seperti gambar dibawah ini:

Setelah proses pembagian partisi selesai saya restart komputer, kemudian saya Install Windows7 pada partis pertama (C) dan berjalan normal tanpa ada maslah yang berarti.

Karena lumayan capek dan agar komputer tersebut tidak terlalu panas saya matikan dulu, saya nyalakan komputer lainnya, karena saya kangen dengan teman-teman dunia maya saya buka Facebook, Twitter, IRC, Email, dll, kemudian saya tinggal makan hahahahaha....

Setelah selesai makan saya lanjutkan uji-coba lagi, di atas sudah saya jelaskan jika Windows7 sudah berhasil di Install pada partisi paling awal (C), sekarang kita lanjut untuk menjadikan komputer tersebut menjadi dualboot, saya install BlankOn 7 Pattimura (Versi Sajadah) di partisi paling akhir (33 GB) dan berjalan normal tanpa ada masalah yang berarti.

Dari studi kasus diatas maka dapat kita simpulkan bahwa.......... (silkan simpulkan sendiri deh).

Dalam praktek tulisan ini saya menggunakan Komputer dengan spek seperti gambar dibawah ini


Kasus lainnya
Dari kasus diatas maka akan timbul pertanyaan baru seperti dibawah ini:

  1. Komputer saya waktu di pasangin BlankOn 7 Pattimura sukses tanpa ada masalah, namun begitu di install BlankOn Sajadah gagal, padahal spek hardware komputer mencukupi untuk itu semua, kok bisa begitu?
  2. Komputer saya waktu  di install Windows XP  sukses tanpa ada masalah, namun waktu di Install Windows 7 selalu gagal, padahal spek hardware komputer mencukupi untuk itu semua, kenapa bisa begitu?
  3. Apakah Hardisk akan mengalami Bad sector jika listrik tiba-tiba padam?
  4. Apakah ada aturan khusus cara pemasangan Hardisk pada komputer, misalny; tidak boleh melintang, terbalik, berdiri, dll? 
  5. Komputer saya waktu di nyalakan koq selalu ada peringatan Hardisk Smart, silakan tekan F1 untuk melanjutkannya, bagaimana cara mengatasinya.
  6. Hardisk saya waktu di install Linux pada komputer pertama tidak bisa (selalu gagal), namun begitu saya pindah ke komputer lain berhasil, setelah selesai hardisk tersebut saya kembalikan ke komputer tadi (komputer pertama) koq bisa jalan, ini kenapa?

Dan masih banyak lagi pertanyaan lainnya yang tidak bisa saya tulis pada artikel ini, Silakan pikir sendiri jawabnya?, soalnya saya sudah capek nulis, mungkin suatu saat jika ada waktu  saya akan menulis permasalahan tersebut.

Dari kasus diatas juga saya bisa menyimpulkan jika kita melakukan pemasangan Sistem Operasi pada partisi tertentu selalu gagal, kita bisa mencobanya pada partisi lain, namun jika yang kita install Sistem Operasi Windows kebanyakan selalu gagal karena pada Sistem Operasi windows waktu dijalankan akan selalu melakukan pengecekan pada partisi pertama (C) bahkan akan selalu mengecek semua partisi,  lebih tidak memungkinkan lagi jika yang di pasang adalah Windows 7 karena pada Windows 7 membuat partisi tersendiri yaitu partisi "Reserved" untuk melakukan booting.

Dari kasus diatas juga kita bisa menyimpulkan jika hardisk yang kita miliki sudah agak rusak masih bisa di pakai untuk sistem operasi Linux.

Mari kita biasakan selalu berdo'a sebelum mengerjakan sesuatu agar semuanya berjalan lancar.

25 komentar:

  1. kalau dual board pengalaman saya 3 partisi/ 4 partisi c (wiwin) d (linux) d (data) atau e (data). untuk hardisk bad depan untuk dual boot tetep bisa asalakan partisi awal buat linux dan partisi kedua buat windows. kelebihan linux meski hardisk bad sector tetep bisa dipakai. Indah kan pakai Linux.

    BalasHapus
  2. baguus gan...udah dicoba ..goood

    BalasHapus
  3. mas, kan saya mau coba dual boot, karena saya masih newbie jadi saya cari artikel di internet trus aku lakuin apa yang ada di artikelnya tadi,OS yang pertama windows 7 dan yg kedua windows 8, dan setelah saya mempartisi harddisk kemudian pada saat saya install win8 di partisi yang baru saya buat atau di partisi yang dipake untuk data-data mesti ada tulisannya... apaya saya lupa, pkog intinya tuh katanya kalo drivenya tuh ada dynamic ato kelebihan dynamic trus gk bs diinstall windows.
    tapi padahal kalo dicoba di laptop temen saya bisa lancar...........
    mohon masukannya ya mas....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, saya belum bisa bantu karena belum ada waktu untuk nyoba windows8, karena kebetulan belum ada yang buat praktek (belum ada niat beli DVD windows 8)

      Hapus
    2. itu ampe mampus kaga bakal bisa dibikin dual boot brooo, kudu diganti dulu masbro... type HD nya ganti dari dynamic jadi Basic...

      caranya, banyak koo ware yang bisa ngelakuin tugasnya sebagemana semestinya #bikin dynamic hd -> basic hd

      EAsus partition wizard, dan kawan2 deh.. #males nyebutin yg laen :D haha

      #Sekian

      Hapus
  4. mas, saya juga punya masalah tentang dual boot.
    laptop saya pertama install windows 8, trus saya dualboot dengan linux mint. tapi tidak bisa. pendeteksian partisi harddisk aneh. dilinux mint terdetek 2 partisi. padahal aslinya ada 4 partisi, ingin saya yang C (sudah windows) dan D untuk linux mint tadi. tapi itu masalahnya, deteksi partisi cuma 2. dan ukuran partisinyapun aneh. coba saya paksa, malah beberapa ukuran partisi menghilang. gimana solusinya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. kemungkianannya partisi yang tidak terdetek tersebut waktu buat partisi pakai Virtual Partisi, memang ada sebagian laptop yang sudah bundling dengan windows memakai cara tersebut, saya sering menemuinya juga,

      solusinya hapus partisi selain yang dipakai windows, kemudian buat partisi baru lagi dengan menggunakan disk management punyanya windows (jangan lupa backup dulu data-data yang partisinya ingin dihapus)

      Hapus
    2. stepnya ga sesuai kali ama yg diminta linux... hehe, kalo ga salah sii gitu deh.. ya ga min??? :D

      Hapus
  5. Informasinya sangat berarti buat saya, Terima Kasih ya Pak....

    BalasHapus
  6. Oh iya Pak, saat ini saya sedang membutuhkan CD/DVD BlankOn Linux Rote atau yg lebih baru (kalo ada), mau download file iso.nya terlalu besar karena saya cuma pake modem mobile broadband (smartfren), mohon bantuannya ya Pak... saya tinggal di Jakarta Barat. Terima kasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. kirim alamat lengkap ke email saya ->>
      istanalinux[at]gmail[dot]com
      nanti saya bantu kirimkan CD/DVD BlankOn

      Hapus
  7. agan saya mohon pencerahan, kasus saya hampir sama seperti diatas,
    tempat saya saat ini sudah terpasang windows 7 64 bit, kemudian saya berencana menginstall lagi linux mint 14.1 mate Nadia x64,
    saya sudah menentukan partisi kosong (free space) kemudian saya shutdown/restart windows lalu saya masuk ke booting linux tersebut, kemudian saya sudah membut free space tsbt menjadi :
    root 7 gb (/)
    swape 3,5 gb
    home 35(/home)
    kemudian ke langkah selanjutnya proses instalasi, disini instalasi linux mint saya berjalan tanpa kendala, hingga proses instalasi selesai, kemudian sistem meminta restart, setelah saya restart kenapa bootingnya tidak bisa dual boot. saya sudah berulang kali mengintal akan tetapi hasilnya tetap tidak bisa dual boot.
    saya sudah meminta teman untuk menginstalkan laptop saya, teman saya di laptop nya sudah bisa dual boot. driver linux mintnya pun dari saya. akan tetapi tetap tidak bisa dual boot, begitu di restart langsung booting masuk ke windows.
    tolong di bantu gan, maaf text saya terlalu panjang.

    BalasHapus
  8. salam gan,,,

    1.ane juga ada masalh dengan linux ni,,rencan mw dualboot,,ane sdh isntl windows 8 ,,,kmudian ane isntal linux,,tapi setlah msuk booting tulisan linux kmudain blacn,,,layarnya berwarna hitam kecoklatan gak muncul apa2 lagi,,,,,,,
    2.ane isntal pake cara isntal linux inside windows ane mount file isonya lewat deamon,tapi setelah setelah restart msuk booting tulisan linuxmint,,,blank lgi layar hitam kecoklatan,,,,,,,,,,,gak muncul apa2,tpi pas ane cek partisi khusus untuk linuxmint 14 kde ada isinya?apa linux mint 14 gk bisa jalan di lepi ane?thank,,,,maaf kalau terlalu panjang,,,,,,,,,,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sayang sekali sampai hari ini saya belum nyoba dualboot Windows 8 versi final dengan Linux,
      dulu pernah nyoba dualboot Windows 8 preview (uji-coba) dengan BlankOn 7 Pattimura lancar gak ada masalah,
      coba baca thread ini:
      http://forum.chip.co.id/showthread.php?t=179661&s=4c2a7dfb376bcf8938ee7bc0bcb21668

      Hapus
  9. maaf gan mau nanya nih, gua mau nyoba dual boot, gua udh pake windows 8, gua mau buat dual sma windows 7, udh di shrink disk nya, tapi pas intalasi di win7, windowsx ga mau instal di disk yang gw shrink, maunya di C, mohon pencerahanx gan, Thx ..

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya belum pernah nyoba dualboot sesama windows,
      lagian saya jarang makai windows kalau gak terpaksa

      Hapus
  10. saya mencoba dual boot dengan hardisk baru, pada saat install windows saya sengaja menyisakan partisi kosong untuk install blankon sajadah 8.0 (partisinya C, D, E dan unlocated), tap saat install blankon tidak bisa membuat partisi swap, kira2 masalahnya dimana ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Partisi Swap di buat secara manual, coba baca tulisan saya yang lain pada tautan berikut =>
      http://imgos-belajarlinux.blogspot.com/2012/09/persiapan-partisi-sebelum-melakukan.html

      Hapus
    2. masalahnya ada di situ setelah melakukan partisi untuk file sistem, disk tidak bisa dibuat partisi lagi. begitu juga sebaliknya saat saya coba membuat partisi swap dulu setelah itu disk juga tidak bisa di buat pertisi lagi.

      Hapus
    3. Kemungkinan yang bisa saya tebak
      Anda membagi partisi "C, D, E dan unlocated" partisi C, D, primary semua sedangkan yang E dan Unallocated didalam "Extended" sedangakan Anda akan membuat Swap dalam primary tentu saja tidak bisa jika Anda memakai Windows 7 karena kalau kita install Windows 7 secara otomatis akan membuat partsisi "Reserved" untuk Booting Windos 7, dan partisi tersebut tentu saja primary

      atau mungkin ada faktor lain yang saya tidak bisa menabak,
      mungkin sebaiknya Anda jelaskan secara rinci Spesifikasi komputer Anda, jika memungkinkan sertakan juga gambar kondisi partisi

      Hapus
    4. Spesifikasi:
      Intel Pentium B940
      Memori 2gb
      Hardisk 500 gb

      Kondisi Partisi
      System Reserved dan C (Primary)
      D dan E (Extended)
      ext 4,
      unlocated


      catatan:
      saat ini OS Blankon sudah saya install hanya saja tanpa swap

      Terima kasih,
      mohon maaf kalo merepotkan :)

      Hapus
  11. moga moga dapat jawaban dari sini.
    misi Om , saya mau nanya dan ingin memecahkan masalah ini.

    saya punya laptop acer aspire e1-472g. OS bawaan Win7X64. jadi, mau install linux di drive lain. partisi semula 2, C,D. namun ketika di install linux mint via FDD . harddisk terdetect 2 partisi. namun, Size nya lain dengan yang ada di windows. C, free 45Gb , dan D 70Gb. namun yang terlihat di linux mint nya walau di GParted kok jadi 224770Mb dan 220014Mb . setelah install dan re partisi delete semua partisi. hasil nya tetap sama ? mohon petunjuk nya om . .

    soalnya lagi kepingin belajar open source

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berdasarkan Info yang saya baca dari situs resmi acer laptop Anda sudah menggunakan BIOS UEFI jadi hardisk pada laptop yang Anda miliki menggunakan jenis table partisi GPT, agar dapat di install linux cara paling mudah adalah mengubahnya men adi MSDOS, tapi resikonya semua hardisk terformat, jadi data yang sudah ada Anda backup terlebih dulu ke media lain

      Info mengenai BIOS UEFI coba cari di internet dengan kata kunci "install linux pada bios uefi"

      semoga membantu

      Hapus

UNTUK DAPAT MEMBERI KOMENTAR SILAKAN LOGIN DENGAN AKUN YANG ANDA MILIKI

silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.

Saran

Saran