Jumat, 02 November 2012

Linux Bukan Windows


Dari beberapa pertanyaan yang saya terima baik lewat Millis, Email, atau situs jejaring sosial, banyak yang menanyakan bagaimana caranya untuk mengubah tampilan BlankOn agar mirip dengan Windows, bahkan ada yang request agar BlankOn dibuat mirip Windows.



Sebenarnya jawaban sederhanya sudah ada pada postingan saya berjudul "Mengapa BlankOn Membuat Destop Sendiri" disitu sudah ada penjelasan singkatnya, namun karena pada artikel tersebut masih kurang jelas, maka saya membuat tulisan sederhana lagi

Dari pertanyaan diatas saja sudah kurang jelas apa yang dimaksud, sekarang saya balik bertanya, "maksudnya dibuat mirip Windows versi mana" (apa)? banyak lho jenisnya".

Misalnya kita membuat distro linux yang mirip Windows XP, tidak beberapa lama mereka merillis Windows 7, kita niru lagi untuk membuat tampilan agar linux mirip versi tersebut, baru-baru ini Microsoft merillis Windows 8, kita meniru lagi buat tampilan agar linux mirip dengan Windows 8, begitu seterusnya, maka dengan adanya masalah tersebut tentunya kita akan mengalami apa yang sering disebutkan salah satu iklan sepeda motor di Televisi.

Maka langkah yang sudah diambil oleh pak Mohammad Dhani Anwari untuk membuat destop Manokwari sudah sangat tepat, karena dengan begitu kita tidak akan ketinggalan terus dengan Microsoft.



diatas hanya perumpamaan saja, seandainya ada juga yang request agar linux di buat mirip Macintosh, maka akan ada masalah baru lagi yang tentunya membuat pengembang tambah puyeng :D

Saya sebenarnya kurang suka dengan adanya beberapa distro hasil remaster yang sangat maksa dimirip-miripkan dengan Windows ataupun Machintosh, dengan adanya distro tersebut maka kita akan tetap dibawah bayang-bayang Microsoft atau Macintosh.

Yah mereka sih punya alasan agar user tidak terlalu kaget waktu pindah OS, atau agar pemula yang sudah biasa pakai Windows tidak terlalu mengalami kesulitan, padahal sudah bukan rahasia lagi jika LINUX ya tetap beda dengan Windows.


Linux bukan Windows ataupun Machintosh dan dalam banyak hal tidak boleh sama dengan OS tersebut, dengan alasan agar tidak  melanggar hak cipta atau hak atas kekayaan intelektual (HaKI) dan undang-undang lainnya.

Sampai disini dulu tulisan saya kali ini, semoga tidak ada yang tersinggung dengan tulisan sederhana ini, mulai sekarang mari kita sama-sama mulai menjauh dari Windows dan Macintosh agar tidak selalu dibawah bayang-bayangnya.

8 komentar:

  1. Macintosh bukan Machintosh.

    Makanya, gak perlu embel-embel lebih cakep dari Mac :p

    BalasHapus
  2. Terimakasih atas koreksinya

    komentar diatas sekaligus sebagai koreksi dari artikel ini

    BalasHapus
  3. jadi pisau bermata dua, satu sisi ingin agar new user lebih mudah migrasi ke Linux tapi disisi lain justru terkesan Linux bukan OS yang mantap, hanya bisa meniru. kalau saya malah lebih suka linux lama, saya pakai ubuntu maverick. Fitur yang ditawarkan, baik KDE atau ubuquity atau apa namanya gitu bikin pusing. Simple tapi usefull, lebih elegan sepertinya

    BalasHapus
  4. semua bagus kok..lebih bagus jika disyukuri dengan benar sesuai syariat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju,
      lebih bagus lagi kalau buatan sendiri

      Hapus
  5. Saya setuju dengan nonami :)

    Setuju juga dengan Anonim 3 November.

    Seringkali yang ingin diajak nge-Linux, bingung sendiri karena belum terbiasa.

    Tak mengapa. Developer punya hak penguh mengembangkan.

    Namun saya hanya menyarankan, silakan menulis dengan gaya bahasa yang halus dan elegan.

    Contohnya kayak mas Ivan Lanin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mengenai gaya tulisan harus disesuaikan dimana tulisan tersebut akan dibuat, misalnya untuk blog dengan untuk diterbitkan berbeda karena yang membaca juga berbeda

      tidak semua orang langsung paham dengan bahasa halus dan rumit

      Hapus
  6. sebenarnya saya sudah lama pake linux,tapi hanya sekedar mencoba untuk menginstal linux serta koneksi internet.selain itu hanya dibuka di OS Windows.
    berhubung selama setahun ke depan saya fokus ke laporan Tugas Akhir D3 TI,maka saya mencoba untuk mendalami linux. dalam hal ini membuat progam aplikasi yg lain dari TA yg sebelum2nya sudah pernah diajukan (masih dibawah naungan OS Windows). semoga masih bisa melanjutkan tulisan2nya dalam hal Linux

    BalasHapus

UNTUK DAPAT MEMBERI KOMENTAR SILAKAN LOGIN DENGAN AKUN YANG ANDA MILIKI

silakan langsung tulis komentar Anda jika ada pertanyaaan, koreksi atau penjelasan lainnya sesuai tema pada artikel, budayakan ber-komentar dengan baik.

Saran

Saran